• Desain Mahasiswa UMY Digunakan oleh Perusahaan Kaos

    0

    inteeshirtYogyakarta, jurnalsumatra.com – M. Iqbal Nur Fahmi, mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), berhasil mendesain sebuah alat pelipat baju dengan pengontrol sistem elektro pneumatik dan Programmable Logic Controller (PLC), untuk industri konveksi.

    Alat tersebut kemudian digunakan oleh salah satu perusahaan kaos di Yogyakarta, yakni Inteeshirt. Saat diwawancarai pada Senin (17/10.2016), Iqbal mengungkapkan, pengerjaan desain alat itu sudah dimulai sejak bulan November 2015.

    Desain alat itu dia kerjakan sendiri, dengan dibimbing dua dosen Teknik Mesin UMY: Wahyudi, ST, MT dan Bambang Riyanta, ST, MT.

    Mahasiswa angkatan 2012 itu menceritakan, awalnya ia melihat perusahaan kaos Inteeshirt mempunyai kendala dalam pelipatan baju setelah diproduksi.

    Selama ini, pelipatan baju di Inteeshirt dikerjakan secara manual menggunakan tenaga manusia, yakni oleh dua orang karyawannya. Dalam satu hari, mereka hanya mampu melipat baju sebanyak 750 buah selama 8 jam kerja, dengan alat bantu kertas karton.

    Mesin pelipat baju itu, sebenarnya sudah diproduksi di luar negeri. Namun, harga mesin dan biaya impor yang mahal, menjadikan pelaku industri konveksi dalam negeri enggan untuk membeli mesin pelipat baju buatan luar negeri.

    Oleh karena itu, Iqbal berinovasi membuat mesin dengan biaya yang jauh lebih murah, namun hasilnya juga tetap bagus. Dalam waktu yang sama, yakni sehari dengan 8 jam kerja, mesin pelipat baju ini bisa menyelesaikan 1.152 baju. Dengan demikian, total efisiensi sebanyak 60 persen dan menghemat biaya Rp 100.548,00.

    Proses pengerjaan alat pelipat baju ini dilakukan di tempat workshop Inteeshirt dibantu dua orang karyawan Inteeshirt. Pembuatan alat ini menghabiskan dana sebesar Rp 22.280.000,00 yang semuanya didanai perusahaan Inteeshirt.

    Alat pelipat baju itu sudah diujicobakan langsung oleh pemilik (owner) Inteeshirt dan akan mulai difungsikan pada akhir tahun 2016 mendatang.

    Ke depannya Iqbal berharap akan berusaha mendapatkan sertifikasi HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) atas alat yang sudah dibuatnya itu. Dan alat pelipat baju ini ke depannya bisa diproduksi secara massal. (Affan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com