• Bustasar Resmi Jabat Kepala Kemenag Provinsi Bengkulu

    0

    bustasar-sag-mpdBengkulu, jurnalsumatera.com – Akhirnya, Drs H Bustasar MS,M.Pd resmi dilantik menjadi Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin di Operation Room, Gedung Kemenag, Lantai II, Jakarta pada Senin 10 Oktober 2016.

    Bustasar sebelumnya menjabat sebagai Pgs Kemenag Provinsi Bengkulu dan kepala Kemenag Bengkulu Utara. Pada kesempatan tersebut, Menag RI melantik 15 Pejabat Eselon II Pusat dan Daerah.

    Kepada pejabat yang dilantik, Menag mengingatkan bahwa tidak ada jabaan yang abadi karena sewaktu-waktu bisa berhenti atau diganti. “Tetapi karakter, sifat amanah, kejujuran, kebersahajaan, tanggung jawab dan akhlak mulia dari seorang pejabat, akan membekas dan dikenang,” terang Menag.

    “Jangan nodai jabatan yang tak kekal ini dengan kecurangan, kesewenang-wenangan terhadap bawahan atau rekan kerja. Berperilakulah amanah,” tambahnya.

    Menag meminta para pejabat yang dilantik segera beradaptasi dengan lingkungan barunya. Menurutnya, tidak boleh ada istilah masih baru, ketika seorang pejabat ditanya mengenai masalah yang menjadi tanggungjawabnya. Setiap pejabat harus memiliki leadership yang baik, selalu belajar, cermat dan mampu menggerakkan kinerja pelayanan organisasi secara berkualitas.

    “Pemimpin tidak boleh mengalami sindrom rabun dekat atau rabun jauh dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang telah diamanatkan,” imbuhnya.

    Menag minta, setiap pejabat dapat membuat dan merumuskan program kerja berdasarkan skala prioritas di tengah keterbatasan anggaran, memaksimalkan keterlibatan pemangku kepentingan, serta dapat memproyeksikan dampak jangka pendek, menengah dan panjang setiap program.

    “Pejabat harus menguasai substansi, urgensi dan konjungsi terkait dengan fungsi perumusan kebijakan, fungsi manajerial dan pelayanan birokrasi. Dalam arti, paham ‘untuk apa’ suatu program dan kegiatan diadakan, ‘bagaimana’ cara mengimplementasikan nya, ‘pihak mana’ yang harus terlibat dan dilibatkan, ‘target apa’ yang hendak dicapai, serta ‘apa manfaatnya’ bagi masyarakat,” ujar Menag.(Rahmad)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com