• BPBD-PK Padang: Masyarakat Wapada Longsor Dan Banjir      

    0

    Padang, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemadam Kebakaran Kota Padang, Sumatera Barat mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap hujan yang mengguyur kota itu sejak pagi hari terutama di daerah rawan longsor dan banjir.
    “Intensitas hujan yang tinggi tentu bisa menimbulkan bahaya, untuk itu kita ingin masyarakat tetap terus waspada ,” kata Kepala BPBD Kota Padang Rudi Rinaldy di Padang, Jumat
    Ia menjelaskan masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan dengan tingkat kemiringan yang tinggi sebaiknya melakukan evakuasi apabila curah hujan semakin tinggi.
    “Sangat membahayakan jika masyarakat berada di kawasan perbukitan jika hujan terus terjadi dengan intensitas tinggi,” tutupnya.
    Selain itu dia memprediksi jika hujan terus terjadi dan intensitasnya tinggi hingga pada malam hari maka kemungkinan banjir akan kembali terjadi, terutama di kawasan aliran sungai seperti di sekitar aliran sungai Batang Kuranji.
    “Kita telah menginstruksikan para personel untuk terus melakukan pemantauan terkait ketinggian air di aliran sungai dan juga terus waspada,” jelas dia.
    Dia juga mengimbau agar masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon besar, papan rekalame selama hujan berlangsung. Karena di khawatirkan angin  kem]ncang akan membuat pohon dan papan rekalame bisa tumbang.
    “Intinya selama hujan berlangsung kita minta masyarakat agar bisa lebih waspada terhadap kondisi sekitar dan bisa berlindung,” ujarnya.
    Menurut dia pihaknya akan mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan di wilayah Kota Padang yang merupakan daerah rawan banjir dan longsor karena memiliki topografi perbukitan dan pegunungan daerah perbukitan mengalami keretakan pascagempa 30 September 2009.
    Berdasarkan data BPBD Kota Padang beberepa  daerah yang berpotensi terjadinya bencana tanah longsor di Kota Padang di antaranya Lubuk Paraku, yakni jalur Padang ke Solok, daerah Bukit Putus, kawasan Gunung Padang dan daerah Mata Air.
    Sementara daerah rawan banjir masing-masing Simpang Kalumpang, Kawasan ByPass Air Pacah, Perumahan Dadok Rawang, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam Kecamatan Koto Tangah, daerah Maransi di Kelurahan Air Pacah, Rumah Potong Lubuk Buaya, dan daerah Ampang Kecamatan Kuranji.
    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping Padangpariaman, Sumatera Barat, memprakirakan hujan yang mengguyur beberapa daerah di provinsi itu baru mulai reda pada Jumat siang.
    “Hujan yang terjadi di Sumbar sejak tadi malam cukup lebat, dan estimasinya diperkirakan hingga Jum’at siang, dan pada malam hari juga diprediksi hujan akan turun kembali,” kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping Padangpariaman Budi Samiaji.
    Selain itu pada bulan Oktober ini potensi hujan untuk daerah Sumbar cukup tinggi karena sudah memasuki musim hujan atau basah.
    “Tidak hanya hujan, tetapi juga disertai angin, namun sifatnya insidentil atau tidak setiap waktu kencang. Secara umum kecepatannya 40 hingga 60 kilometer per jam,” kata dia.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com