• BPBD: Perahu Nelayan Situbondo Tenggelam Dihantam Ombak      

    0

    Situbondo, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Jawa Timur, menyatakan sebuah perahu nelayan kembali tenggelam setelah dihantam ombak setinggi tiga meter yang disertai angin kencang, sedangkan 11 ABK berhasil diselamatkan oleh perahu nelayan lainnya.
    “Perahu jenis Jorong Sinar yang membawa 11 orang ABK itu dilaporkan tenggelam akibat dihantam ombak lebih dari tiga meter pada pukul 10.00 WIB di perairan laut Kalbut Situbondo sekitar 3 hingga 4 mil dari bibir pantai saat mereka menjaring ikan,” kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Situbondo Purwanto di Situbondo, Senin.
    Ia menyebutkan, 11 orang nelayan itu diantaranya, Tetek (30), Andre (27), Joso (45), Lili (28), Aji (14), Kaji Lib (33), Marsu (55), Maman (55), Nono (30), Sukarsono (60) dan Amin (45).
    Purwanto mengemukakan, dari 11 ABK berhasil diselamatkan oleh dua perahu nelayan lainnya yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. Perahu nelayan yang pertama memberikan pertolongan sebanyak lima orang nelayan dan selanjutnya enam nelayan lainnya dibawa oleh perahu nelayan kedua.
    Saat ini, kata dia, belasan ABK perahu Jorong Sinar tersebut sudah berhasil dievakuasi melalui Pelabuhan Kalbut Situbondo. Dan mereka sudah bertemu keluarganya masing-masing.
    “Hanya ada dua nelayan yang kondisinya lemas, yakni Maman dan Marsu sehingga kami larikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan medis,” ucapnya.
    Menurutnya, perahu Jorong Sinar milik Tetek bersama 10 ABK lainnya berangkat mencari ikan dari Pelabuhan Kalbut pukul 04.00 WIB dan sekitar pukul 10.00 WIB saat sedang menjaring ikan tiba-tiba ombak setinggi tiga meter yang disertai angin kencang menghantam perahu mereka hingga terbalik dan tenggelam.
    Sementara pencarian hari ketiga seorang nelayan di Kecamatan Besuki yang juga tenggelam saat menacri ikan di perairan laut Besuki, untuk sementara dihentikan karena cuaca ekstrem dan ombak mencapai empat meter.
    “Kalau pencarian korban nelayan bernama Hasan di Besuki dihentikan oleh Tim SAR gabungan karena cuaca masih tidak mendukung. Jadi pada Pukul 11.00 WIB kami memutuskan menghentikan pencarian untuk keselamatan petugas,” katanya.
    Ia mengimbau kepada nelayan untuk sementara tidak melaut karena cuaca ekstrem gelombang tinggi dan angin kencang sejak beberapa hari terakhir kerap terjadi di perairan laut Situbondo.
    “Sesuai peringatan dari BMKG, cuaca ekstrem diperkirakan terjadi sejak tanggal 8 hingga 11 Oktober 2016. Oleh karenanya nelayan harus waspada jika memaksa untuk melaut,” paparnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com