• BPBD Lebak Siapkan Tujuh Perahu Karet      

    0

    Lebak, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak, Banten, menyiapkan sebanyak tujuh perahu karet untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa.
    “Semua perahu karet itu dalam kondisi baik,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Sabtu.
    Saat ini, petugas kebencanaan dan relawan tangguh siaga bencana alam dengan mempersiapkan peralatan evakuasi diantaranya perahu karet yang bisa menampung puluhan orang.
    Kesiapsiagaan bencana alam tersebut karena cuaca ekstrim di Kabupaten Lebak masih berlangsung berupa hujan disertai tiupan angin kencang.
    Intensitas curah hujan dengan kapasitas ringan dan sedang berpeluang antara 2,5 sampai 4,5 jam, sehingga berpeluang banjir dan tanah longsor.
    Namun, pihaknya tetap mewaspadai banjir karena Kabupaten Lebak memiliki 16 sungai induk dan 186 sungai serta ribuan anak sungai.
    “Kami hari ini telah mempersiapkan tujuh perahu karet dan siap dioperasikan jika sewaktu-waktu terjadi bencana banjir,” katanya.
    Menurut dia, saat ini jumlah perahu karet yang ada dinilai masih kurang karena Kabupaten Lebak merupakan daerah langganan banjir dan tersebar di 12 kecamatan.
    Idealnya, kata dia, stok perahu karet sebanyak 20 unit sehingga bisa melakukan evakuasi hingga ribuan warga yang terjebak banjir bisa diselamatkan.
    “Kami kerapkali menggunakan perahu milik Polri dan Basarnas jika terjadi kekurangan peralatan evakuasi itu,” katanya.
    Ia mengatakan selain peralatan perahu motor, juga dilengkapi pakaian pelampung, tenda, mobil ambulans, obat-obatan, dan kebutuhan pangan untuk membantu korban banjir.
    Selama ini, wilayah Kabupaten Lebak merupakan daerah “langganan” banjir, apabila musim hujan cenderung meningkat.
    Daerah rawan banjir tersebar di 12 kecamatan antara lain Wanasalam, Banjarsari, Rangkasbitung, Warunggunung, Cileles, Cibadak, Leuwidamar, Gunungkencana, Muncang, Kalanganyar, Cimarga dan Bayah.
    Warga setempat tinggal di Daerah Aliran Sungai Ciujung, Cimoyan, Cilangkahan, Cidurian, Ciberang, Cidurian, Cilemer, Cimadur, dan Cisimeut.
    “Jika hujan secara terus menerus biasanya daerah bantaran sungai terkena banjir akibat luapan sungai itu,” katanya.
    Ia mengimbau warga yang tinggal di daerah aliran sungai waspada jika hujan terus menerus malam hari.
    Mereka sebaiknya mengungsi ke tempat lebih aman karena dikhawatirkan terjadi banjir bandang.
    “Dengan waspada ini tentu bisa menghindari korban jiwa korban banjir,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com