• BPBD Blitar Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

    0

         Blitar, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Jawa Timur meminta warga mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi, akibat dampak perubahan cuaca.
    “Awal pekan ini sudah ada empat laporan bencana, bahkan ada yang mengenai rumah warga,” kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Blitar Ganef Rahmawanto di Blitar, Selasa.
    Ia mengatakan, bencana tanah longsor itu terjadi di Kecamatan Selorejo, tepatnya di Desa Selorejo. Longsor mengenai jalan tersebut, membuat arus lalu lintas terganggu.
    Di Desa Banjarsari, Kecamatan Selorejo, juga terjadi bangunan talud yang ambrol hingga sepanjang 50 meter. Talud sungai itu dekat dengan permukiman warga, namun agak jauh dari areal pertanian. Jika debit air sungai tinggi, air dikhawatirkan meluber terutama ke jalan yang dekat dengan talud tersebut.
    “Talud habis karena ambrol. Ini dikhawatirkan air luberan nantinya bisa mengganggu aktivitas di jalan raya, jadi untuk sementara kami pasang rambu-rambu agar pengguna jalan hati-hati,” tuturnya.
    Pihaknya mengaku untuk perbaikan talud tidak bisa dilakukan dan akan diserahkan ke dinas pekerjaan umum. Nantinya, mereka yang akan membangun secara permanen.
    Saat ini, belum dibutuhkan untuk pemasangan karung di talud yang ambrol itu, sebab sungai masih memungkinkan untuk menampung air hujan. Walaupun saat ini hujan, masih belum deras dan yang sering terjadi rintik-rintik.

         Ia juga menambahkan, mendapatkan lagi terjadi terjadi tanah longsor menimpa rumah Wagito serta Sainem, warga Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Bangunan rumah mereka rusak diterjang tanah longsor.
    Ganef juga menyebut, hari ini juga mendapatkan laporan terjadi tanah longsor di Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar. Tebing setinggi 70 meter dengan lebar 20 meter dikabarkan longsor.
    “Untuk informasi tanah longsor dari tebing setinggi 70 meter, kami masih akan memantau ke lokasi, apakah mengenai rumah warga atau tidak. Namun, untuk longsor yang di Kecamatan Gandusari, tim BPBD dibantu warga sudah bekerja bakti membersihkannya,” ujarnya.
    Lebih lanjut, Ganef mengatakan adanya perubahan cuaca ini dimungkinkan akan terjadi hingga Februari 2017. Hal itu berdasarkan informasi dari BMKG. Walaupun kemarau terjadi, hujan diprediksi tetap akan terjadi.
    Pihaknya mengimbau warga berhati-hati terutama jika terjadi hujan deras, agar menjauhi bangunan yang berpotensi ambruk, maupun tebing.
    “Kami selalu ingatkan warga hati-hati, karena ini cuacanya ekstrim. Tahun-tahun sebelumnya, di bulan ini (Oktober) kami sudah melakukan tugas memantau kekeringan di Blitar selatan, tapi saat ini justru hujan terus,” imbuhnya.
    Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprediksi hujan masih akan terus mengguyur Jawa Timur hingga 29 September 2016. Prakirawan Cuaca BMKG Juanda, Huda mengatakan intensitas hujan yang tinggi tersebut dari peralihan musim kemarau ke hujan. Saat ini, Jatim mengalami musim pancaroba.
    Hujan tinggi sering terjadi di kawasan pantai selatan Jawa Timur seperti Trenggalek, Pacitan, Lumajang, Banyuwangi, Blitar hingga Malang selatan, dengan intensitas hujannya bisa mencapai 50-100 milimeter setiap hari.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com