• BPBD Agam: Warga Waspadai Curah Hujan Tinggi

    0

         Lubuk Basung, Sumbar, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengimbau warga di sepanjang aliran sungai dan dataran tinggi agar meningkatkan kewaspadaan saat curah hujan melanda daerah itu.
    “Masyarakat diminta untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman agar tidak menjadi korban karena Sumbar sedang dilanda fenomena La Nina,” kata Sekretaris BPBD Agam, Maizul Hendri di Lubuk Basung, Sabtu.
    Selain itu, katanya, warga diimbau untuk menghindari pohon saat angin kencang agar tidak tertimpa pohon.
    Pada Selasa (27/9) siswa SD di Padang Tongga, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, meninggal dunia akibat tertimpa pohon kelapa saat angin kencang.
    Ia menambahkan,BPBD Agam telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerja Umum, Dinas Kehutanan dan Perkebunan untuk memotong kayu yang sudah mati dan tua, agar tidak menimpa warga saat angin kencang.
    BPBD Agam menyiapkan 24 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dan satgas selama 24 jam di empat posko.
    “Mereka ini akan memberikan pertolongan saat terjadinya bencana,” tegasnya.

         Ia mengakui sebanyak 16 kecamatan se-Kabupaten Agam rawan bencana alam seperti longsor, banjir, tsunami, angin kencang, erupsi gunung merapi dan gempa bumi.
    Ke-16 kecamatan yang rawan bencana itu seperti, Kecamatan Lubuk Basung berpotensi banjir dan angin kencang, Kecamatan Tanjung Mutiara berpotensi tsunami, gempa bumi, angin kencang dan banjir, Kecamatan Ampek Nagari berpotensi longsor dan banjir, Kecamatan Palembayan berpotensi longsor.
    Sementara Kecamatan Tanjung Raya berpotensi banjir dan longsor, Kecamatan Ampek Koto berpotensi banjir, longsor dan gempa bumi, Kecamatan Matur berpotensi banjir, Kecamatan Malalak berpotensi longsor, Kecamatan Banuhampu berpotensi eropsi gunung merapi dan gempa bumi, Kecamatan Sungai Pua berpotensi eropsi gunung merapi dan gempa bumi.
    Sedangkan Kecamatan Baso berpotensi longsor, eropsi gunung merapi dan angin kencang, Kecamatan Ampek Angkek berpotensi angin kencang, erupsi gunung merapi dan gempa bumi.
    Selain itu, Kecamatan Palupuh berpotensi longsor, Kecamatan Tilatang Kamang berpotensi angin kencang dan Kecamatan Kamang Magek berpotensi angin kencang.
    Anggota DPRD Agam, Irfan Imran berharap kepada BPBD Agam untuk selalu memberikan sosialisasi dan simulasi kepada warga dalam menyelamatkan diri saat bencana.
    Sosialisasi dan simulasi ini diadakan di seluruh kecamatan mengingat daerah Agam rawan bencana alam.
    “Sosialisasi dan simulasi ini sering diadakan agar masyarakat tidak panik saat terjadinya bencana alam.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com