• Boleh Bermalam di Mess DPRD Banyuasin

    0

    dprd-banyuasinBANYUASIN, Sumsel, jurnalsumatra.com – Setelah terjadi kesepakatan antara warga, kepala desa, camat  dan komisi I DPRD Banyuasin mereka diperbolehkan tidak pulang akan tetapi tidak  bermalam di kantor DPRD banyuasin melainkan bermalam  di Mess DPRD Banyuasin.

    Ratusan  massa yang berasal dari Desa Timbul jaya Kecamatan Muara Padang Kabupaten Banyuasin, Sumsel sekitar pukul 17.15

    WIB meninggalkan gedung DPRD Banyuasin dengan berjalan kaki sekitar 1 Km menuju Mess DPRD Banyuasin.

    “Semula mereke ngotot untuk bermalam di kantor DPRD Banyuasin setelah diberikan pengertian  mereka setuju untuk bermalam di Mess DPRD  Banyuasin ,”kata Camat Muara Sugian Zainuddin.

    Alasan mereka bermalam lanjut,  Zainuddin   karena mau pulang terlalu jauh dan besok mereke akan menemui undangan dari Polres Banyuasin.

    Menurut Sriyatun, karena mereka berjanji tidak akan melakukan apa-apa atau anarkis, makanya kita perbolehkan  mereka bermalam di Mess DPRD Banyuasin.”Kami membolehkan mereka ini bermalam di Mess DPRD Banyuasin,  karena tidak akan melakukan perbuatan anarkis dan juga sudah izin dengan pimpinan dewan,”ujar anggota Komisi I DPRD Banyuasin ini.

    Sebelumnya mereka ini diterima Ketua Komisi I DPRD Banyuasin, Irian Setiawan dan anggota, hadir juga dari Tapem Banyuasin, Camat dan Kepala Desa.

    Kedatangan mereka ke kantor wakil rakyat ini  untuk menuntut keadilan kepada Dewan atas tanah mereka yang diduga dilaporkan  oleh pihak Yayasan Dermawidya Remaja yang diketuai  Gelimbung Pasrah ke Mapolres Banyuasin, dengan tuduhan kepemilikan tanah yang sah adalah milik Yayasan Dermawidya Remaja.

    “Kita  minta Dewan dan pihak terkait bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi  masyarakat,”ucap Anggiri Ketua LSM Bidik Kecamatan Muara Padang,  Kamis. (6/10) 2016.

    Mereka juga menyayangkan ada Garis Polisi yang telah dipasang oleh Polres Banyuasin di lahan tersebut.

    “Permasalahan ini  belum ada titik temu, siapa yang benar dan siapa yang salah, tapi kenapa pihak Polres dengan mudahnya memasang Garis Polisi, dengan adanya Garis Polisi tersebut kami menjadi resah, kami bingung mau garap lahan ada garis polisi, tidak menggarap perut kami lapar,”keluhnya. (Lubis)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com