• BNN: Purbalingga Jadi Proyek Percontohan Gerakan Anti Narkoba    

    0

    Purbalingga, jurnalsumatra.com – Pencanangan “Purbalingga Bersih dari Narkoba” yang dilakukan oleh Bupati Purbalingga Tasdi menjadi proyek percontohan Gerakan Antinarkoba di daerah, kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso.
    “Ini jadi ‘pilot project’ (proyek percontohan) karena baru ada di Indonesia di mana kepala daerahnya mendeklarasikan Gerakan Purbalingga Bersih dari Narkoba dengan mengajak seluruh anak buahnya dan masyarakat hingga ke tingkat desa/kelurahan,” katanya di Purbalingga, Jawa Tengah, Senin.
    Buwas (panggilan akrab Budi Waseso) mengatakan hal itu kepada wartawan usai menghadiri Apel Luar Biasa Pencanangan Purbalingga Bersih dari Narkoba, Pengukuhan Kader Pegiat Antinarkoba, dan Tes Urine Massal yang diikuti 4.038 peserta di Alun-alun Purbalingga.
    Oleh karena

    itu, dia akan menularkan gerakan yang dipelopori Bupati Purbalingga untuk ditiru oleh kepala daerah lainnya di Indonesia.
    Lebih lanjut, dia mengatakan saat ini, tidak ada satupun wilayah di Republik Indonesia yang bebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
    “Artinya, narkotika sudah menyeluruh di Indonesia dan harus ditangani secara masif, bersama-sama semua komponen masyarakat,” katanya.
    Menurut dia, apa yang dilakukan di Purbalingga menjadi respon paling cepat oleh seorang bupati dalam menterjemahkan ajakan perang terhadap narkoba yang dikemukakan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.
    Sementara itu, Bupati Purbalingga Tasdi mengatakan kehadiran Kepala BNN dapat memompa semangatnya bersama Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dan jajaran Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk terus berupaya agar kabupaten itu selamanya bersih dari narkoba.
    Ia mengharapkan setelah pencanangan tersebut, seluruh aparatur sipil negara (ASN), kepala desa/kelurahan, aparat desa/kelurahan, pelajar, perusahaan, dan pondok pesantren termotivasi untuk memerangi narkoba di Kabupaten Purbalingga.
    Terkait penciptaan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dalam kegiatan tes urine massal yang diikuti 4.038 peserta, Bupati mengatakan anugerah yang diberikan Muri bukan merupakan tujuan.
    “Rekor Muri bukan yang kita tuju, tetapi bagaimana Muri bisa mendorong pergerakan seluruh komponen masyarakat bersatu mencegah penyalahgunaan narkoba. Saya dan istri, Wakil Bupati, dan seluruh Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) tadi juga sudah tes urine bersama-sama,” katanya.
    Selain sebagai respon cepat atas ajakan Presiden Joko Widodo untuk berperang melawan narkoba, kata dia, kegiatan tersebut juga dalam rangka penataan pejabat yang akan dilaksanakan pada bulan Desember.
    Dalam hal ini, lanjut dia, seluruh pejabat harus bersih dan bebas dari narkoba sebelum adanya penataan.
    “Demikian pula dengan ASN. Mereka juga harus bersih dan bebas dari narkoba,” tegasnya.
    Tes urine massal tersebut diikuti 4.038 peserta yang terdiri atas 3.000 ASN serta 1.038 kader pegiat antinarkoba.

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com