• BMKG: Sumut Kosentrasi Titik Panas Di Sumatera

    0

         Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menjadi wilayah konsentrasi titik api dengan jumlah 34 titik dari total 48 titik panas di Sumatera.
    “Hampir 71 persen atau 34 titik dari jumlah total titik di Sumatera, terkonsentrasi di Sumut dalam dua hari terakhir,” papar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru Slamet Riyadi di Pekanbaru, Rabu.
    Satelit milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yakni Terra dan Aqua mendeteksi 34 titik panas di Sumut itu berada pada wilayah perbatasan dengan Provinsi Riau.
    Titik itu tersebar di Kabupaten Padang Lawas 16 titik, lalu Kabupaten Padang Lawas Utara 15 titik dan sisanya tiga titik lagi berada pada daerah lain di Sumut.
    Sedangkan sisa 13 titik panas di Sumatera terdeteksi oleh satelit berada di Provinsi Riau sembilan titik dan Provinsi Sumatera Barat terpantau lima titik.
    “Ini berdasarkan data yang dirilis oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dari pantauan sensor modis pada citra satelit milik NASA,” katanya.
    Slamet menambahkan sembilan titik panas di Provinsi Riau tersebar empat daerah yakni Bengkalis empat titik, Kampar dan Rokan Hulu sama-sama dua titik serta Indragiri Hilir satu titik.

         Terdapat tiga titik api dari total sembilan titik panas di Riau karena memiliki tingkat kepercayaan (level of confident) lebih 70 persen atau berpotensi karhutla.
    “Yakni dua titik terpantau berada pada Kecamatan Pinggir di Bengkalis dan satu titik lagi terletak pada Kecamatan XII Koto Kampar di Kampar,” terangnya.
    Data terakhir pada Selasa (27/9) oleh Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau menyebut luas kebakaran di Riau sepanjang tahun 2016 telah menghanguskan 3.734 hektare.
    Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo mengaku saat ini 93 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dari 73 kasus karhutla, terdiri 71 kasus perorangan dan dua kasus korporasi.
    Perkembangan kasus karhutla di Polda Riau dan jajarannya dalam proses sidik atau pemeriksaan sebanyak 17 kasus dan tahap penyidikan baru dua kasus.
    “Tahap satu kita, ada tujuh kasus. P21 terdapat 46 kasus dan SP3 (Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan) satu kasus karena tsk (tersangka) alami gangguan jiwa di Polres Indragiri Hilir,” jelasnya.
    Pemerintah Provinsi Riau telah memperpanjang status siaga darurat kebakaran lahan dan hutan selama enam bulan atau terhitung mulai awal Juni hingga 30 November 2016.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com