• Anggota DPR Wacanakan Pembentukan Badan Perbukuan Nasional    

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Anggota DPR RI dan Ketua Tim Panitia Kerja RUU Sistem Perbukuan Sutan Adil Hendra mewacanakan pembentukan lembaga Badan Perbukuan Nasional untuk berfungsi sebagai koordinator pemangku kepentingan di dunia perbukuan Tanah Air.
    “Kami usulkan Badan Perbukuan Nasional diisi oleh eselon satu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, karena bagian pengawasan buku yang ada di Kemendikbud sekarang dipegang eselon tiga,” kata Sutan Adil Hendra dalam rilis yang diterima di Jakarta, Senin.
    Menurut Sutan, Badan Perbukuan Nasional yang diwacanakan saat ini berbeda dengan Dewan Perbukuan yang dahulu sempat ada yang diketuai langsung oleh Presiden dan wakilnya menteri terkait sehingga tidak berjalan secara efektif operasionalisasinya.
    Politisi Partai Gerindra berpendapat, Badan Perbukuan Nasional akan berfungsi untuk membuat buku ke depannya bisa didapat dengan cara yang lebih mudah, murah, gampang diakses, serta bermutu.
    Dia menambahkan, Pusat Kurikulum dan Perbukuan saat ini juga hanya memiliki kewenangan pengawasan pada buku pendidikan yang dibuat kementerian, sedangkan buku umum tidak bisa diawasi.
    “Jadi menurut saya, sudah tepat jika Puskurbuk diubah menjadi Badan Perbukuan Nasional dengan ditambah kewenangannya. Badan itu juga bisa mengakomodir seluruh insan perbukuan dan menjadi leading koordinasi,” paparnya.
    Ke depannya, ujar Sutan, Badan Perbukuan Nasional juga akan membuat sejumlah regulasi terkait baik buku pendidikan maupun buku umum.
    Regulasi tersebut, lanjutnya, antara lain bermanfaat untuk membuat semacam filter norma dan aturan untuk melahirkan buku-buku yang berkualitas.
    Selain itu, ujar dia, regulasi tersebut juga diharapkan ke depannya akan membuat harga buku menjadi terjangkau, serta mendorong penerbit dan penulis supaya terus bergairah melahirkan karya-karya berkualitas, karena nantinya mereka diberikan hak dan kewajiban yang layak.
    “Selama ini kita dengar masukan para penulis maupun penerbit, royalti yang didapat tidak sebanding. Semua itu sudah kita tampung, nanti kita cari sistemnya supaya dapat dituangkan dalam RUU Sistem Perbukuan,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com