• Aman Miniatur Budaya Kotawaringin Timur Kurang Difungsikan

    0

          Sampit, Kalteng, jurnalsumatra.com – Taman Miniatur Budaya yang ada di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah kurang difungsikan padahal sangat strategis digunakan untuk kegiatan pelestrian seni dan budaya.
    “Taman Miniatur Budaya Kotawaringin Timur ini untuk semua, bukan hanya untuk suku Dayak. Jadi ini tempat dan ruang kita untuk mempererat kebersamaan melalui pendekatan sosial dan budaya,” kata Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kotawaringin Timur Dewin Marang di Sampit, Kamis.
    Taman Miniatur Budaya yang terletak di Jalan Karang Taruna itu saat ini lebih banyak digunakan untuk kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan. Padahal, menurut Dewin, siapapun boleh menggunakan tempat itu untuk kegiatan seni dan budaya.
    Dewin yang juga Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur berharap, semua etnis bisa memanfaatkan Taman Miniatur Budaya untuk kegiatan seni dan budaya. Hal itu justru akan membuat tempat tersebut lebih bermanfaat dan sesuai tujuan awal pembangunannya.

          “Kami mengundang masyarakat lintas etnis karena kami ingin Taman Miniatur Budaya itu digunakan semua etnis agar makin semarak. Silakan tampilkan budaya Batak, China, Madura, Banjar, Bugis, Dayak dan lainnya,” harap Dewin.
    Dia menyarankan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar kegiatan seni dan budaya secara rutin di Taman Miniatur Budaya. Caranya dengan menggandeng semua etnis dan memfasilitasi mereka menampilkan kesenian dan kebudayaan mereka.
    Kegiatan ini juga untuk mendukung promosi pariwisata daerah. Dengan agenda rutin dan tetap, diharapkan dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kotawaringin Timur dalam mendukung Sampit sebagai kota tujuan wisata di Kalimantan Tengah.
    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotawaringin Timur, Fajrurrahman mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan sumber daya yang ada dalam mengembangkan pariwisata. Masukan dari masyarakat akan selalu jadi pertimbangan untuk mereka tindak lanjuti.
    “Kami selalu meminta masukan dari tokoh-tokoh adat dan pelaku seni budaya. Kami juga mengarahkan agar Taman Miniatur Budaya dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seni dan budaya,” kata Fajrurrahman.
    Pemerintah daerah juga terus mendukung kegiatan keagamaan, tradisi, seni dan budaya untuk dipadukan dengan pariwisata. Beberapa kegiatan yang saat ini dikemas menjadi kegiatan pariwisata yaitu mandi Safar, simah laut, tiwah, mampakanan sahur dan mamapas lewu dan manuyang anak.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com