• 71 OKI, Membangun dan Melayani

    0
    71 OKI, Membangun dan Melayani

    71 OKI, Membangun dan Melayani

    KAYUAGUNG, jurnalsumatra.com -  Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H Iskandar SE, mengatakan, Hari Jadi OKI ke 71 yang jatuh pada tanggal 11 Oktober ini, mengambil tema “Kerja nyata, Membangun dan Melayani dari Desa Mewujudkan Ogan Komering Ilir Mandira”.

    Menurutnya, Tema ini diambil karena kami menyadari bahwa, pertama, untuk mengisi kemerdekaan yang kita raih serta untuk mencapai kemajuan bersama, kita harus membangun. Bangunlah jiwanya! Bangunlah badannya! dari wilayah barat ke timur harus kita bangun.

    Hal ini disampaikan H Iskandar SE, saat Rapat Paripurna Istimewa masa persidangan III DPRD Kabupaten OKI, Selasa (11/10) di Gedung DPRD Kabupaten OKI.

    Masih menurut suami dari Hj Lindasari, Dari Pematang Panggang hingga Air Sugihan harus kita bangun. Ogan Komering Ilir harus maju, sejajar dengan daerah-daerah lain di Sumatera Selatan bahkan di Indonesia.

    Kedua, hakikat keberadaan pemerintah dalam konteks negara demokrasi adalah untuk melayani rakyat. Pemerintah harus hadir ketika rakyat membutuhkan solusi. Pemerintah juga harus menjamin masyarakat dilayani dengan sebaik-baiknya, mudah, murah, cepat dan tentunya diikuti dengan layanan yang bersih, transparan dan akuntabel.

    Atas dasar itu, Membangun dan Melayani kami jadikan sebagai spirit dan pemikiran utama dalam tema peringatan hari jadi Kabupaten Ogan Komering Ilir ke 71 tahun ini.

    Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki, dalam kesempatan tersebut, saat ini OKI sudah sangat maju dan banyak perubahan, pemerintah provinsi sangat mengapresiasi kinerja Bupati OKI Iskandar SE.

    “OKI saat ini sudah maju, meskipun dalam keadan Anggaran yang minim karena tidak sesuai dengan luas wilayah, tapi Pemkab bisa mengelola dana dengan baik sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Dia.

    Ditambahkannya, meskipun baru tiga tahun dipimpin oleh Iskandar SE, OKI sudah menampakan perubahan, apalagi kalau sudah lima tahun, dan lebih baik lagi jika dilanjutkan sepuluh tahun kedepan.

    Selain itu, Kata Ishak Mekki, untuk percepatan pembangunan di desa, di topang melalui Alokasi Dana Desa (ADD). Tahun 2016, alokasi dana desa melalui APBD ditingkatkan hingga Rp 73 miliar ditambah Rp 5,9 Milyar dari dana bagi hasil pajak, PBB retribusi daerah dan bagi hasil Lelang Lebak Lebung, serta Rp 209,8 Milyar Dana Desa  (DD) dari APBN.

    “Dana desa ini bagian dari komitmen pemerintah untuk membangun dari desa dan saya mengimbau kepada para kepala desa untuk menggunakan Dana Desa dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat desa,” sindirnya. (ADV/rico)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com