• 400 Pekerja Nonformal Terdaftar Program BPJS Ketenagakerjaan

    0

        Bangkalan, jurnalsumatra.com – Sebanyak 400 pekerja nonformal telah terdaftar sebagai peserta program perlindungan tenaga kerja di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Madura, Jawa Timur.
    “Ke-400 pekerja nonformal yang telah mengikuti program jaminan perlindungan tenaga kerja itu merupakan warga Desa Serabi Barat, Kecamatan Modung, Bangkalan,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura Guguk Heru Triyoko dalam rilis yang diterima Antara di Pamekasan, Selasa.
    Guguk menjelaskan ratusan warga Desa Serabi Barat itu tercatat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan saat pihaknya menggelar pasar murah di desa itu pada 28 September 2016.
    Masyarakat yang membeli paket sembako murah yang digelar BPJS Ketenagakerjaan langsung didaftarkan sebagai peserta.
    “Mereka itu juga bebas iuran gratis selama dua bulan, dan kegiatan ini memang merupakan program yang kami canangkan untuk meningkatkan kepesertaan perlindungan tenaga kerja pada pekerja informal,” katanya.
    Upaya memperluas jangkauan kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan Madura juga menggandeng pengurus Remaja Masjid At-Taqwa di Desa Serabi Barat, Kecamatan Modung, Bangkalan melalui acara Peringatan Tahun Baru Islam 1438 Hijriah pada 02 Oktober 2016.

        Dalam kesempatan itu, juga dibayarkan santunan jaminan kematian sebesar Rp24 juta kepada ahli waris meninggal dunia, yakni Romlah warga desa setempat.
    Menurut Guguk Heru Triyoko, Romlah merupakan ahli waris almarhum Samui, pedagang sate di Bekasi, Jawa Barat, dan sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sehingga berhak mendapat santunan.
    “Alhamdulillah, sepeninggal bapak uangnya bisa digunakan untuk modal usaha,” ujar Romlah.
    Guguk Heru Triyoko mengatakan, serangkaian kegiatan yang digelar BPJS Ketenagakerjaan Madura mulai dari pasar sembako murah, dan perayaan menyambut Tahun Baru Islam 1438 Hijriah, termasuk penyerahan santunan itu merupakan bentuk tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) yang diberikan dari BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja.
    “Ini merupakan bukti nyata kami untuk memberikan manfaat dan perlindungan kepada masyarakat pekerja,” ujar Guguk.
    Guguk berharap, seluruh pekerja di Madura baik formal maupun nonformal segera mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, dengan iuran yang cukup terjangkau yakni Rp16.800/bulan untuk 2 Program, yakni jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian.
    Hal itu, karena tidak hanya pekerja kantoran saja yang berhak dilindungi, akan tetapi pekerja nonformal seperti petani, nelayan, hingga pedagang juga mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk dilindungi dengan ikut program perlindungan tenaga kerja pada BPJS Ketenagakerjaan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com