• 29 Perusahaan Asing Tertarik Kelola Sampah Bali      

    0

    Denpasar, jurnalsumatra.com – Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali Gede Suarjana mengatakan sebanyak 29 perusahaan asing tertarik untuk mengelola persampahan di Pulau Dewata dan telah menawarkan kerja sama dengan pemerintah provinsi setempat.
    “Mana yang terbaik, mana yang menjanjikan dan betul-betul berkomitmen, itulah yang akan dipilih,” kata Suarjana, di Denpasar, Senin.
    Dia mengemukakan, 29 perusahaan asing tersebut mayoritas dari Tiongkok, dan juga dari negara lainnya seperti dari Kanada, Korea, Jepang, Jerman, Austria dan sebagainya.
    “Beberapa perusahaan bahkan  sudah melakukan studi kelayakan, dari sisi kajian ekonomis maupun teknisnya. Sedangkan dari sisi lingkungan tentu belum karena harus ada izinnya dulu,” ucap mantan Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Provinsi Bali itu.
    Secara umum, tambah dia, perusahaan-perusahaan tersebut menawarkan kerja sama pengolahan sampah dengan sistem gasifikasi yakni mengelola sampah menjadi gas untuk memutar turbin, selanjutnya mengubah metana menjadi panas.
    “Gubernur sebenarnya ingin secepatnya, jangan lagi kita dihadapkan pada persoalan sampah karena yang kita jual itu jasa lingkungan, apalagi kita menggantungkan hidup di sektor pariwisata,” ucapnya.
    Jasa lingkungan itu, lanjut dia, tidak hanya mengandalkan dari sisi keindahan panorama, tetapi termasuk juga sisi kebersihan dan keasrian lingkungan.
    Pemprov Bali, kata Suarjana, sebelum menentukan perusahaan mana yang akan dipilih untuk bekerja sama tentu harus mengetahui dengan jelas skema kerja sama pengolahan sampah tersebut, khususnya terkait pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung Denpasar pascapemutusan kontrak kerja sama dengan PT Navigat Organic Energy Indonesia (NOEI)
    “Di antaranya nanti harus jelas apa tanggung jawab pemerintah, sampai dimana tanggung jawab perusahaan, berapa lama melakukan kerja sama, ‘tipping fee’-nya berapa, siapa yang menyiapkan apa dan bagaimana jika tidak jalan,” ujarnya.
    Di samping itu, dalam skema kerja sama juga menyangkut sistem yang akan digunakan, pengolahan gas buang dan “licit” sampah, serta tingkat polusi udara hingga kebisingannya dan sebagainya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com