• Warga Bandarlampung Diajak Berlomba-Lomba Berkurban

    0

    Bandarlampung, jurnalsumatra.com – Salah satu pemuka agama di Kota Bandarlampung Ustad H Mufid mengajak umat Islam daerah ini untuk berlomba-lomba berkurban setiap pelaksanaan Idul Adha sebagai wujud ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus menunjukkan solidaritas sosial.

         Menurut Ustad Mufid, saat mengawali penyembelihan hewan kurban, di Kelurahan Sukarame, Bandarlampung, Senin, berkurban dianjurkan dilaksanakan setiap tahun bagi umat Islam yang mampu dan memiliki keikhlasan untuk berbagi kepada sesama.
    Dia menyebutkan contoh warga di RT03 Kelurahan Sukarame selama lima tahun berturut-turut selalu bergotong-royong membeli sapi untuk dikurbankan setiap Idul Adha. Sedikitnya lima ekor sapi dapat dibeli warga untuk dikurbankan setiap tahun, dan diharapkan terus meningkat jumlahnya.
    Ketua RT03 Kelurahan Sukarame Maman Suparman menyebutkan, setiap warga yang bersedia berkurban itu menabung dana untuk pembelian sapi selama setahun, dengan petugas mengumpulkan dananya setiap bulan.
    “Tahun ini kami bisa membeli lima ekor sapi ukuran sedang dengan harga berkisar Rp14 juta per ekor dari dana yang dikumpulkan oleh warga setiap bulan untuk berkurban itu,” katanya lagi.
    Menurutnya, umumnya warga bersedia menabung setiap bulan untuk pembelian hewan kurban, walaupun ada beberapa yang langsung memberikan dana yang diperlukan sekaligus menjelang Idul Adha. Setiap ekor sapi merupakan hasil kurban untuk tujuh orang warga secara bersamaan.
    Warga setempat tahun ini selain mampu membeli lima ekor sapi untuk kurban, masih ada dua warga lainnya yang mengurbankan dua ekor kambing. Ratusan warga setempat mendapatkan daging kurban itu berkisar 1 kg, ditambah daging bercampur tulang dan bagian lain ternak kurban yang layak konsumsi.
    Penyembelihan hewan kurban oleh warga selain dilakukan panitia di lingkungan RT setempat, juga dilakukan di masjid-masjid sekitar.
    Masjid Jami Al Mukmin di Kelurahan Sukarame tahun ini mendapatkan tujuh ekor sapi dan 20 ekor kambing kurban dari umat Islam warga sekitar maupun pemberian dari pihak lain.
    Penyembelihan hewan kurban itu dilakukan usai Salat Idul Adha dengan imam Ustad Kabul dan Khatib Ustad Muslim.
    Dalam ceramahnya Ustad Muslim mengajak umat Islam untuk terus meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT serta meneladani pengurbanan yang telah diajarkan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Siti Hadjar.
    “Banyak manfaat dari jiwa pengurbanan itu, baik untuk diri kita sendiri, keluarga, maupun masyarakat umumnya,” ujar dia lagi.
    Salah satunya, kurban hewan ternak berupa sapi atau kambing dan lainnya sesuai ketentuan itu, kemudian dilakukan penyembelihannya merupakan simbol penyembelihan hawa nafsu binatang dari diri manusia yang harus dikendalikan. “Bila nafsu itu tak bisa dikendalikan dipastikan dapat membawa kerusakan di muka bumi ini,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com