• Walau Bawang Import Dijual lebih Murah Tidak Diminati

    0

    bawangPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Bawang import dari negara Thailand ternyata tidak diminati oleh pangsa pasar yang ada di Sumsel, meski harga yang dijual jauh lebih murah dari bawang lokal namun, dan kualitasanya juga tidak sebagus bawang lokal.

    “Bawang import jauh lebih murah tapi rasanya tidak sebagus bawang Brebes maupun dari Padang, jadi bawang impor itu tidak laku dijual di pasaran,”kata Owner CV Makmur, Sony Rafles, kepada Radar Palembang, Selasa (13/9).

    Dikatakan Sony, bawang imopr yang dijual hanya Rp 8500 perkilogram bandingkan dengan bawang Brebes dan Padang yang mencapai Rp 45000/kg, karena bawang lokal lebih banyak pemintanya dibandingkan dengan bawang impor sehingga harganya tinggi.

    “Penyebab tingginya harga bawang di pasaran, karena stok bawang lokal terbatas, sedangkan masyarakat kita sebagian besar mengunakan bawang lokal untuk memasak dan seabagainya,”ujar Sony.

    Dilanjutkan Sony, harga bawang yang masih tinggi akan berangsur turun, karena dua pekan lagi petani Brebes dan Padang akan panen, sehingga pasokan bawang akan akan stabil, dan harga bawang dipredikasi akan mengalami penurunan.

    “Jika harga bawang tinggi bukan hanya pembeli yang menjadi susah, tapi pedagang juga susah, karena butuh modal yang besar untuk mendapatkan bawang, oleh karena itu bagaimana kedepan suplai bawang lancar, itu adalah tugas pemerintah untuk menyelesaikannya,”tegasnya.

    Pantuan di sejumlah pasar tradsional harga bawang masih tinggi yang mencapai Rp 45000 perkilogram, harga belum ada penurunan sejak dua bulan terakhir, selain itu harga sembako juga masih relatif tinggi seperti beras patin ukuran 10 kilogram mencapai Rp 95000. Minyak goreng Rp 1600, telur ayam Rp 19000 dan lainnya.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com