• Uzer Effendi : Tinjau Serapan APBD Sumsel Di Muba

    0
    Jpeg

    Jpeg

    Palembang, jurnalsumatra.com -  Masa reses tahap kedua DPRD SUmsel Dapil IX Kabupaten Musi Banyuasin Uzer Effendi bersama rekan rekannya satu Dapil diantranya Anwar Hasan dari Golkar, Mardiansyah PAN, Nurwaty Wahab Demokrat dan Kartika Sandra Desi Gerindra meninjau serapan APBD Sumsel di Muba.

    Dalam kunjungan tersebut rombongan telah menampung aspirasi warga setempat dengan berbagai keluhan dan kendala ekonomi,  juga beberapa solusi pembangunan strategis yang harus segera dilakukan tahun anggaran 2017.

    Saat dibincangi jurnalsumatra.com di kediamannya Uzer menjelaskan rangkaian perjalanan resesnya sebagai berikut.

    Kunjungan pertama Rabu (31/8/ 2016) di Pemkab Muba pukul 09.30 Wib

    Pertemuan Reses di Pemda Musi Banyuasin selain dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Sumsel yang di Koordinatori oleh Uzer Effendi  Dengan Anggota Anwar Hasan, Mardiansyah, Wahab, Kartika Sandra Desi,

    Koordinator Reses Dapil IX, Uzer Effendi. menjelaskan tentang maksud Reses Anggota DPRD Provinsi Sumsel Tahap II, dari tanggal 31 Agustus 2016 sampai dengan tanggal 5 September 2016

    Penjelasan ini disambut oleh Plt Sekda Muba Ruli dengan mengutarakan Kondisi terkini dan Isue – isue strategis di Kabupaten Muba.Diantaranya

    Pemkab Muba mengusulkan dibuatnya jalan Lintas Kabupaten Muba dan Pali agar menghidupkan akses jalan menuju Provinsi Jambi dan mengurangi kemacetan di Kotamadya Palembang.

    Akan mengusulkan dan melakukan Evaluasi data tentang Kawasan Kumuh di Kabupaten Muba dan Kawasan Agropolitan dan Minapolitan pada kementrian terkait yaitu Kemen PU Pera di Jakarta yang selanjutnya akan dikeluarkan SK Bupati tentang  kedua hal tersebut tanpa mengabaikan aturan dan ketentuan perundangan.

    Lebih lanjut dijelaskan tentang Kabupaten Muba Saat ini berkenaan Hot spot telah turun drastis  dan langkah Kesiap siagaan Kabupaten Muba dalam menghadapi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Muba adalah diantaranya

    Membentuk Posko Induk Karhutla di Kecamatan Bayung lencir dan 8 pos pemantau serta dibentuknya Garda Karhutla yang langsung dipimpin langsung  oleh Bupati Muba yang beranggotakan, SKPD Terkait al ; BPBD, Kehutanan, PU Bina Marga, PU Cipta Karya, Polres Muba, Korem Gapo dan Kodim Muba, serta Kelompok Masyarakat (Relawan) Peduli Api (MPA) Kab. Muba yang beranggotakan 10 orang dalam tiap kelompoknya. Sistem pelaporan 1 (Satu) pintu melalui Whatapps, SMS dll.

    Untuk penanggulangan bencana di Desa Medak Kec. Bayung Lencir sebagai titik Hotspot terbanyak telah dilakukan penangkapan oleh Tim dan Polres Muba terhadap 2 Orang yang  membuat Asap dan saat ini telah ditahan di Polres Muba.

    Sosialisasi dan Patroli Masiv yang dilakukan oleh Petugas gabungan di wilayah Rawan Bencana Karhutla.

    Selanjutnya hari kedua reses di Kecamatan lais telah diserap keluhan masyarakat akibat seringnya padam aliran listrik dan macetnya distribusi air bersih. Hal ini kemukakan oleh Uzer adanya kendala jaringan SUTET sehingga PLTU di Kecamatan Bayung Lencir tidak bisa disalurkan ke Kabupaten Muba akibat adanya keberatan seorang Warga pemilik SPBU yang wilayah udaranya terlintasi Saluran Utama Tegangan Tinggi tersebut, naifnya lagi sang pemilik SPBU tidak Ikhlas melepaskan sebidang tanahnya untuk landasan Tower SUTET, sehingga menjadi kendala besar.

    Tragisnya lagi dengan system jaringan interkoneksi aliran listrik yang seyogyanya untuk kesejahteraan rakyat Muba justru dinikmati masyarkat Provinsi Jambi karena kendala SUTET Tersebut, tegas Uzer seraya tertawa lepas.

    Lebih lanjut User mengungkapkan permasalahan di Kecamatan Lais mengenai infrastruktur ring satu PT Medco. Diwilayah tersebut telah terjadi ketimpangan antara PT Medco dan masyarakat sekitarnya.

    PT Medco dan karyawanya hidup berkecukupan dan tergolong wah namun warga sekitar dan akses jalan sangat miris sekali, disini Uzer mempertanyakan alokasi dana CSR perusahaan tersebut. disisi lain sebelum masuk ke areal Medco Uzer telah menyerap selentingan ungkapan bahasa warga sekitarnya kalau PT Medco pelit. Untuk menyumbang kegiatan HUT RI Medco tidak mau dengan alasan harus izin dulu dari SKK Migas, padahal SKK Migas yang turut hadir menyambut kedatangan mereka mengatakan kalau urusan kecil kecil tidak perlu izin dan SKK Migas kecuali bila nilianya diatas ratusan juta. Demikian hasil perbincangan seputar reses tahap edua antara Uzer Anggota DPRD Selaku Kordinator Dapil IX dan jurnalsumatra.com. (adv)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com