• UNAND Umumkan 22 Finalis Penghargaan Prestasi Kampus

    0

    Padang,jurnalsumatra.com- Universitas Andalas Padang,  Sumatera Barat, mengumumkan 22 finalis untuk meraih penghargaan berprestasi kampus atau “Unand Award” 2016.
    “Penghargaan ini akan diberikan kepada finalis dengan enam kategori prestasi,” kata Kepala Humas Unand Eriyanty di Padang,  Selasa.
    Dia menyebutkan keenam kategori tersebut, yakni penghargaan dosen berprestasi bidang penelitian dan penerapannya dengan finalis Prof Akmal Djamaan dan Dr. Fatma Sri dari Fakultas Farmasi serta Dr.  Rusfidra dari Fakultas Peternakan.
    Penghargaan dosen berprestasi bidang pengajaran yang nominenya Dr. Dodi Devianto,  dari Fakultas MIPA,  Jonrinaldi dari Fakultas Teknik, dan Rusfidra dari Fakultas Peternakan, penghargaan tenaga kependidikan berprestasi dalam pelayanan dan keterampilan dengan finalis terdiri atas Andi Saputra,  Rahmadi,  dan Zaiful Netra.
    “Untuk kategori mahasiswa terbagi atas tiga kategori, yakni berprestasi eksakta,  sosial, dan kewirausahaan,” katanya.
    Finalis mahasiswa berprestasi eksakta, yakni Denada Florensia Leona (Fakultas Kedokteran),  Juliansyah Anita Yunus (Fakultas Peternakan),  Handyka Milfiadi (Fakultas Kedokteran), Lintang Sekar Sari (Fakultas Kedokteran), dan Robby Kurniawan (Fakultas Farmasi).
    Untuk mahasiswa berprestasi bidang rekayasa dan ekonomi terapan dengan nomine,  Edwin Martinez (Fakultas ISIP),  Rizkan (Fakultas Ilmu Budaya),  dan Satria Pramandika (Fakultas Ekonomi).
    Untuk mahasiswa berprestasi kewirausahaan, yakni  Andru Zulya Saputra (Fakultas ISIP),  Doni Febrian (Fakultas Hukum),  Muhammad Rizki (Fakultas Teknologi Pertanian),  Ramadhona Fetra (Fakultas Ekonomi),  Rusdi Aziz (Fakultas Teknik).
    “Pemenang dari penghargaan ini akan diumumkan pada peringatan ulang tahun Unand pada 13 September 2016,” kata dia.
    Pemilihan tahap finalis itu dilakukan terhadap ratusan nomine yang telah memenuhi persyaratan dari panitia.
    “Unand Award” terlaksana berkat kerja sama civitas akademika dan dewan penyantun universitas.
    “Bahkan dari beberapa juri merupakan anggota dewan penyantun Unand yang kepengurusannya baru ditetapkan dua bulan lalu,” ujarnya.
    Salah satu mahasiswa pascasarjana, Martini, menyayangkan tidak adanya penghargaan prestasi untuk kategori pascasarjana.
    Menurut dia, saat ini banyak tokoh hebat yang berkuliah magister atau doktor di Unand, seyogiyanya juga memperoleh kesempatan untuk meraih penghargaan bergengsi tersebut.
    Dia berharap, ke depan hal itu menjadi pertimbangan kampus dalam mengapresiasi mahasiswa strata lainnya.(anjas)

     

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com