• Tunggakan Pengobatan Warga Miskin Bangkalan Rp10 Miliar

    0

    Bangkalan, jurnalsumatra.com- Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan, Jawa Timur, Erni Mardiani Kurniati menyatakan pemkab hingga kini masih memiliki tunggakan biaya pengobatan warga miskin sebesar Rp10 miliar lebih.
    “Tunggakan sebesar Rp10 miliar untuk biaya pengobatan pasien dari keluarga tidak mampu yang dirujuk ke Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya,” katanya di Bangkalan, Sabtu.
    Namun, mereka tidak terdaftar sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai penerima bantuan iuran, sehingga menggunakan surat pernyataan miskin (SPM) agar tetap bisa gratis.
    “Biaya pengobatan dengan menggunakan SPM ini ditanggung oleh APBD, yakni Pemkab Bangkalan, berbeda dengan BPJS Kesehatan yang ditanggung oleh pemerintah pusat,” katanya.
    Ia menjelaskan jumlah tunggakan biaya pengobatan sebesar Rp10 miliar lebih itu, tidak hanya untuk Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya saja, tetapi juga tunggakan untuk sejumlah puskesmas yang ada di Kabupaten Bangkalan.
    Besaran tunggakan biaya pengotan ini tinggi, sambung Erni, karena merupakan akumulasi dari tahun-tahun sebelumnya, sebelum ada program penerima bantuan iuran untuk program JKN di BPJS Kesehatan.
    “Dulu, istilahnya kan jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) untuk program yang dicanangkan oleh pusat, jamkesda untuk biaya pengobatan yang ditanggung oleh daerah dan surat pernyataan miskin (SPM) bagi warga kurang mampu yang tidak masuk data kedua-duanya itu,” terang Erni.
    Di Bangkalan, setiap bulan pihaknya mencetak tidak kurang dari 300 pemohon SPM, sehingga, dengan jumlah yang banyak itu, maka, secara otomatis biaya pengobatan yang ditanggung Pemkab Bangkalan juga tidak sedikit.
    “Jadi tiap harinya, kisaran antara 25 hingga 30 orang pasien tidak mampu yang mengajukan SPM, terutama yang hendak dirujuk ke Surabaya,” kata Erna menuturkan.
    Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Bangkalan ini lebih lanjut menjelaskan, saat ini, pihaknya masih mengupayakan agar tunggakan biaya pengobatan warga tidak mampu yang menggunakan SPT itu bisa segera dilunasi.
    “Dalam berbagai kesempatan pimpinan kami sudah menyampaikan hal ini,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com