• Trenggalek Evaluasi Menyeluruh Penanggulangan Banjir Munjungan

    0

    Trenggalek, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur bersama tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas meninjau langsung lokasi banjir bandang yang melanda beberapa desa di Kecamatan Munjungan, sekaligus mengevaluasi bersama untuk mencegah bencana serupa terus berulang.
    “Sengaja kami ajak tim BBWS agar bisa mendapat solusi penanggulangan bencana banjir secara menyeluruh dan tuntas,” kata Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak saat meninjau dampak banjir bandang di Munjungan, Selasa.
    Bersama tim BBWS Brantas, Emil sempat melihat melihat langsung aliran sungai Tawing yang meluap.
    Diskusi antara kepala daerah dengan tim BBWS Brantas berlangsung serius setelah mereka mendapat paparan warga-perangkat kecamatan dan desa, serta meninjau langsung alur sungai yang sebagian melebar.
    Hasilnya, Emil mengatakan penanggulangan dan upaya pencegahan banjir bandang di wilayah Desa Tawing, Bendoroto hingga Munjungan perlu penanganan jangka panjang.
    Tidak sekedar dengan membangun talud dan cekdam untuk mengurangi derasnya aliran sungai di area hilir, namun harus dilakukan penataan kawasan di wilayah hulu.
    “Supaya aliran air dari atas (hulu) ke bawah ini tidak terlalu deras bagaimana. Masalah ini yang coba kami pecahkan bersama tim BBWS,” ujarnya.
    Sementara proses penanggulangan masih berjalan, Emil mengatakan dalam jangka pendek ini prioritas penanganan yang dilakukan adalah membuat tanggul/talud semipermanen dari bronjong isi bebatuan tepian sungai yang berhimpit dengan pemukiman atau jalan umum.
    “Langkah cepat harus dilakukan agar aliran sungai tidak terus menggerus daratan dan mengancam fasilitas umum seperti jalan, pemukiman, sekolah ataupun lainnya,” kata Emil.
    Bencana banjir bandang terjadi sejak Minggu (14/8), dampak hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Trenggalek dan sekitarnya selama beberapa hari terakhir.
    Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Trenggalek, ada empat desa yang terdampak banjir bandang tersebut, yakni Desa Tawing, Bendoroto, Munjungan, serta Desa Bangun.
    Camat Munjungan Syahar Musyafak mengatakan, total ada 936 KK (kepala keluarga) yang terdampak banjir bandang, empat jembatan rusak, satu bangunan sekolah amblas, dan beberapa rumah tertimpa longsor.
    Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir bandang tahunan tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com