• Tolak Suap, Pemred Transformasinews Dipolisikan

    0
    amrizal aroni saat bincangbincang dengan jurnalsaumatra.com

    amrizal aroni saat bincangbincang dengan jurnalsaumatra.com

    Palembang, jurnalsumatra.com -  Pemimpin Redaksi media online Tranformasinews dipolisikan oleh dokter Yusni Puspita dengan laporan polisi LPB/525/VII/2016/SPKT tanggal 18 Juli 2016 atas nama pelapor Yusni Puspita DR.SPAN.

    Menurut Pemimpin Redaksi sekaligus Penanggung Jawab media Online Trnsformasinews yang telah mengantongi sertifikasi uji kompetensi wartawan tingkat utama, bermula dari pemberitaan kasus pemekaian narkoba di lingkungan fakultas kedokteran Unsri dengan judul FK unsri didik dokter spesialis pemakai narkoba.

    Dampak dari berita tersebut rektor Unsri segera memecat dokter pengguna narkoba yang tengah mendalami ilmu spesialis anastesi, akan tetapi Pemred Transformasi Amrizal Aroni dipolisikan oleh Yuni Puspita.

    Menurut Amrizal pada jurnalsumatra.com dirinya pernah ditelpone oleh ketua PWI Sumsel Oktaf Riady prihal pemberitaanya tersebut, dalam perbincangan Oktaf menyebutkan ada tawaran uang sepuluh juta dari pihak Yuni untuk menghapus berita tersebut, namun tawaran ditolak dengan mengatakan tidak perlu memberi uang karena melanggar kode etik jurnalistik cukup dengan menggunakan hak jawab dan tidak ada transaksi uang.

    Akhirnya kesepakatan terjadi hak jawab masuk ke meja redaksi Transformasinews, namun terjadi kejanggalan. Email hak jawab pertama yang masuk ke redaksi Transformasinews sore hari sekira pukul 15.52 WIB tanggal 19 Juli 2016 melalui email staff Yuni [email protected] dan email yang dikirim dari staff PWI Sumsel dari email [email protected]

    Ada kejanggalan dari kedua email tersebut terkesan ada penambahan kalimat oleh pihak PWI Sumsel yang mendiskreditkan Pemimpin Redaksi Transformasinews.com jelas Amrizal.

    Setelah hak jawab diterbitkan dirinya malah menerima surat panggilan pertama dari Polda Sumsel nomor B/1103/IX/2016/Subdit II/Ditreskrimsus tanggal 6 September 2016,

    Tentunya ini melanggar undang undang pers no 40 tahun 1999 dan kesepakatan Dewan Pers dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia no 01/DP/MoU?II/2012 dan Nomor 05/2012 yang ditanda tangani keua Dewan Pers Bagis Manan dan Kapolri Jendra Timur Pradopo. Jelasnya.

    Karena ada indikasi pelanggaran undang undang tersebut, maka Amrizal melaporkan perkara ini langsung ke Kapolri Tito Karnavian, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo juga ketua PWI Pusat Margiono, tambahnya.

    Sementara itu Ketua PWI Sumsel Oktaf Riady ketika berusaha dikonfirmasi melalui telpon selulernya tidak bisa dihubungi, kemungkinan telah berganti nomor.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com