• TNI Lomba Makan Kerupuk Sepanjang 710 Meter

    0

         Banjarmasin, jurnalsumatra.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan menggelar perlombaan makan kerupuk pada area sepanjang 710 meter secara serentak di siring Sungai Martapura Jalan Piare Tendean, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (20/8) sore.
    “Kegiatan ini digelar untuk memeriahkan peringatan hari ulang tahun ke-71 kemerdekaan RI, makanya kita buat lomba makan kerupuknya memanjang 710 meter,” ujar panitia pelaksana Mayor Inf Sudjiono saat di Balaikota Banjarmasin, Jumat.
    Menurut anggota TNI dari Korem 1007/Banjarmasin yang menjadi Danramil 01 Banjarmasin Timur itu, peserta ditargetkan sebanyak 710 orang, karena setiap satu meternya akan ada peserta lomba, di mana setiap sepuluh meternya akan diambil satu pemenang untuk berlomba ketahap berikutnya.
    “Rencananya kita buat makan kerupuknya agak menunduk, setiap sepuluh meternya akan ada panitia yang mengawasi, hingga masing-masingnya nanti akan ada pemenangnya, artinya sebanyak 71 peserta masuk babak kedua, hingga akhir dicari sang juara,” paparnya.

         Sudjiono mengungkapkan, panitia sudah menyiapkan lebih dari 1.000 keping kerupuk untuk perlombaan ini. Ini akan bisa bertambah melihat kondisinya nanti.
    “Pesertanya masyarakat umum, pendaftaran langsung di lokasi saja nanti. Kita harapkan banyak yang berpartisipasi sebab ini demi kemeriahan peringatan kemerdekaan negara. Jangan liat hadiahnya, tapi bagaimana kita bisa menggaungkan hari bersejarah bagi bangsa ini,” paparnya.
    Dia mengatakan, pihaknya sudah mengundang gubernur dan wali kota serta pejabat daerah lainnya untuk bisa hadir, agar kegiatan ini lebih meriah. Selain untuk keceriaan bersama, ini untuk lebih mengeratkan tali silaturrahmi, dan juga persatuan sesama anak bangsa.
    “Kita tidak memikirkan apakah kegiatan ini masuk rekor MURI, yang penting kita laksanakan demi kecintaan kita kepada bangsa dan negera, sebab kita sudah merdeka selama 71 tahun, ini harus dirayakan secara meriah,” paparnya.
    Menurut dia, kemerdekaan dari belenggu penjajah pada 17 Agustus 1945 akan terus menjadi sejarah paling berharga bagi negara kita. Pengorbanan jiwa dan raga para pejuang dulu juga harus terus diingat. Berterimakasih, dengan menjaga negeri ini tetap damai.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com