• Supriono Dampingi Mendes PDTT di KTM Telang

    0

    suprionoBanyuasin, Sumsel, jurnalsumatra.com – Setelah mengaet Perum Bolog,  Perbankkan dan pihak lain maka KTM Telang menjadi model percontohan di Indonesia.

    “Dengan mengaet Perum Bilog, Perbankkan pihak kain maka jadikan KTM.Tekang percontohan di Indonesia,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmihrasi RI Eko Putro Sanjoyo, di Desa Mulya Sari Kabupaten Banyuasin,Rabu (7/9) 2016. Dalam kunjungan kerja ini Eko didampingi PLh Bupati Banyuasin SA Supriono.

    KTM Telang, lanjutnya  saat ini menjadi sentra produksi padi dan industri perberasan diharapkan mampu berkembang menjadi pusat pengembangan komoditas pangan dan embrio pusat pertumbuhan baru.

    “Model seperti KTM Telang sangat bagus menjadi skala besar usaha dan penciptaan lumbung pangan. Melalui KTM ini akan menjadi model percontohan satu desa satu produk, di Indonesia,” ungkap Eko.

    Menurut Eko, pihaknya akan terus meningkatkan sinergitas dan kolaborasi antar kementerian, lembaga terkait, BUMN, swasta, pemerintah dan masyarakat agar KTM dapat berkembang lebih maju sebagai pusat agribisnis dan agroindustri.

    Kunjungan kerjanya bersama Dirut Perum Bulog, Dirut Bank BRI, Wakil Dirut Bank BNI dan perwakilan kementerian,  terkait ini merupakan wujud nyata kolaborasi dan sinergitas untuk mempercepat pengebangan KTM di Sunsel.

    PLh Bupati Banyuasin SA Supriono mengatakan, masyarakat Kabupaten Banyuasin sebagian besar merupakan warga transmigrasi. Ada sekitar 50 persen warga transmigrasi berada di 500 lebih Desa dan kelurahan di Banyuasin.

    “KTM Telang ini ditujukan menciptakan sentral bisnis, peluang usaha, dan yang terpenting meningkatkan pendapatan warga transmigrasi,”katanya.

    Kata Supriono, Pemerintah terus mendorong agar memperbanyak dan meningkatkan produksi beras, namun pemasaran hasil produksi belum di ambil alih pemerintah sehingga mengakibatkan para petani lebih dikendakikan oleh tengkulak.

    “Kita sangat mengharapkan kedatangan pak menteri, ini akan membawa angin segar bagi para petani di KTM Telang,” terangnya.

    Dalam kesempatan ini dilakukan  penyerahan kredit usaha Rakyat dari Bank BNI dan BRI kepada 11 orang sebesar Rp 10 juta dengan jangka pengembalian selama 5 tahun, penyertaan modal BNI kepada koperasi serba usaha yang merupakan badan usaha terpadu  sebesar Rp 500 juta.

    Lalu penyerahan CSR BNI berupa handtracktor sebanyak 5 unit serta  CSR BRI berupa mesin tanam jagung sebanyak 10 unit, dan bantuan Kementrian untuk empat KTM di Sumsel.(lubis)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com