• Sumsel Optimistis Petembak Andalan Raih Emas Pon    

    0

    Palembang, jurnalsumatra.com – Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia Provinsi Sumatera Selatan optimistis sejumlah petembak andalan bakal meraih dua emas pada Pekan Olahraga Nasional XIX di Jawa Barat,17-29 September 2016.
    Sekretaris Pengurus Provinsi Perbakin Sumsel Sigit Wibowo di Palembang, Sabtu, mengatakan, daerahnya masih diperkuat petembak nasional Maharani Ardi yang meraih medali emas pada SEA Games ke-25 tahun 2011.
    “Komposisi tim masih diperkuat sejumlah atlet senior yang sudah berpengalaman di PON. Atas dasar ini, Perbakin optimistis dapat meraih dua emas,” kata dia.
    Kepercayaan diri ini juga dilatari hasil Kejurnas antarpengurus provinsi di Lapangan Tembak KONI Jabar, Cisangkan, Cimahi, 27 Mei hingga 2 Juni 2016.
    Pada Kejurnas yang diikuti utusan seluruh provinsi itu, Sumsel tiga emas, tiga perak, dan satu perunggu.
    Medali emas disumbangkan nomor air rifle match women team senior dengan komposisi atlet Rachma Inda Saputri, Ayu Estri Handayani, dan Fidella Puspa Dewi.
    Medali emas kedua dan ketiga melalui nomor sport rifle prone womeni Individu atas nama Maharani Ardy, nomor sport rifle prone women team dengan skuat Maharani Ardy, Rachma Saraswati serta Ayu Estri Handayani.
    Tiga medali perak melalui nomor air rifle match women individu senior atas nama Rachma Inda Saputri, nomor free rifle prone men individu melalui A Sudarmawan dan free rifle 3 posisi men team dengan personel R Wisnuaji, A Anindito dan Hasto Mulyo.
    Satu-satunya perunggu melalui nomor free rifle prone men team dengan anggota R Wisnuaji, A Sudarmawan, dan A Anindito.
    “Berdasarkan hasil ini, Sumsel sangat optimistis bisa mencapai target yang ditetapkan KONI meski pada PON di Riau gagal meraih emas,” kata dia.
    Sebanyak 13 atlet disiapkan berlaga di 13 nomor pertandingan pada PON mendatang, diantaranya peraih medali emas SEA Games 2011, Palembang, Maharani Ardi.
    Kemajuan prestasi menembak Sumsel mulai terasa sejak PON di Sumsel tahun 2004, kemudian mencapai puncak pada pada PON di Kaltim tahun 2008 dengan meraih dua medali emas.
    Namun, pada PON di Riau tahun 2012 justru melorot menjadi dua medali perak dan satu perunggu atau gagal memenuhi target lima medali emas.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com