• RUU Perbukuan Diharapkan Dapat Meningkatkan Mutu Pendidikan

    0

        Jakarta, jurnalsumatra.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra mendorong segera disahkannya Rancangan Undang-Undang Sistem Perbukuan yang diharapkan juga dapat menjadi perangkat guna meningkatkan mutu pendidikan di Tanah Air.
    “DPR berharap RUU ini bisa menunjang sistem pendidikan tanah air khususnya dalam peningkatan mutu,” kata Sutan Adil Hendra dalam rilis di Jakarta, Sabtu.
    Menurut politisi Partai Gerindra itu, dengan demikian maka semua kepentingan tingkatan pendidikan dari usia dini hingga perguruan tinggi juga bisa tercakup.
    RUU Sistem perbukuan itu juga diharapkan dapat menggairahkan minat baca di Indonesia yang dilengkapi dengan standar isi yang jelas serta harga yang terjangkau.
    “Banyak dimensi kepentingan yang ingin kita satukan dalam RUU ini, karena kita ingin RUU ini menjadi penunjang mutu dan minat baca masyarakat Indonesia,” ucapnya.
    Sementara itu, Anggota Komisi X DPR Lathifah Shohib juga mengutarakan harapannya agar pemerintah dapat membiayai beragam aktivitas dalam sistem perbukuan.
    Apalagi, politisi PKB itu mengingatkan bahwa RUU itu nantinya juga mengamanatkan akan dibentuknya Dewan Perbukuan, sehingga pihaknya meminta kepastian anggaran lembaga itu.

        Dia juga mengutarakan harapannya agar Dewan Perbukuan juga dapat memiliki organ hingga ke tingkat provinsi dan kabupaten/kota agar daerah juta dapat terlibat secara langsung terkait hal tersebut.
    Sebagaimana diwartakan, pemerhati pendidikan Craig Hansen mengatakan tingkat adopsi alat digital di sekolah yang ada di Tanah Air masih rendah.
    “Indonesia saat ini berada pada tingkat rendah dalam pengadopsian alat digital. Namun beberapa daerah telah menunjukkan usaha yang cukup signifikan dan patut diapresiasi dalam penyebarannya. Sekolah dan guru juga sudah mulai investasi pada ide kreatif yang akan meningkatkan penggunaan alat digital sehingga anggaran tidak terpengaruhi secara drastis,” ujar Craig di Jakarta, Kamis (1/9).
    Menurut Craig, agar pendidikan digital bertumbuh subur di Indonesia, maka dia menilai perlunya infrastruktur yang stabil dan sumber daya manusia yang mendukung.
    Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy optimistis program “full day school” mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia sehingga mampu bersaing di lingkungan regional maupun internasional.
    Saat meresmikan gedung baru Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di Jakarta, Kamis (1/9), dia mengutarakan bahwa prinsipnya untuk memajukan kualitas SDM nasional maka harus dibuat terobosan di bidang pendidikan.
    “Kalau anak-anak cuma belajar sampai jam 12 (siang) maka tidak akan maju, saya berani jamin itu,” ujarnya dengan tegas sebagai tanggapan atas banyaknya penolakan terhadap program “full day school”.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com