• RSUD: Pemadaman Listrik Ganggu Proses Cuci Darah

    0

         Padang Aro, jurnalsumatra.com – Pemadaman listrik yang tidak menentu mengganggu proses cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solok Selatan, Sumatera Barat, kata pelaksana tugas direktur rumah sakit itu, Medri Idaman.
    “Untuk cuci darah satu pasien membutuhkan waktu empat jam. Jika listrik padam membuat proses pencucian terhenti, maka cuci darah harus diulang kembali dari awal,” katanya di Padang Aro, Selasa.
    Kendati rumah sakit tersebut sudah menyediakan genset dalam mengantisipasi pemadaman listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN), namun membutuhkan waktu setidaknya 5 hingga 10 menit untuk bisa menyalakan listrik.
    “Genset yang ada sekarang tidak otomatis bisa langsung menyala karena mengalami kerusakan. Untuk tahun ini kami melakukan pengadaan genset baru,” jelasnya.
    Ia menyebutkan jumlah pasien cuci darah di rumah sakit tersebut saat ini berjumlah 13 orang. Selain berasal dari Solok Selatan, pasien cuci darah juga dari Kota Sungai Penuh, Jambi dan Surian, Kabupaten Solok.

         RSUD yang berlokasi di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, itu kini telah memiliki empat alat cuci darah. Semua peralatan cuci darah itu beroperasi.
    Dalam operasionalnya, RSUD Solok Selatan telah membentuk petugas yang terdiri atas seorang dokter konsulen, dokter spesialis penyakit dalam, satu dokter umum dan sejumlah tenaga medis.
    Medri menyebutkan alat pencuci darah itu mulai aktif dioperasikan sejak tahun 2014, kendati pengadaannya pada tahun 2009 dan 2011. “Tahun 2013 memang sudah beroperasi namun belum maksimal karena terkendala sumber daya manusia dan pasien yang masih sedikit,” sebutnya.
    Ia mengatakan RSUD Solok Selatan hanya bisa melayani pasien cuci darah untuk yang kedua. “Untuk cuci darah pertama harus ke Padang karena yang ada dokter konsulennya cuma di Padang. Untuk cuci darah yang kedua kalinya bisa di Solok Selatan,” jelasnya.
    Pemadaman listrik yang tidak menentu, katanya, mengakibat sejumlah peralatan rumah sakit terancam rusak.  Ia mencontohkan seperti peralatan medis di ICU, laboratorium, ruang operasi, dan komputer.
    Pemadaman listrik juga menyebabkan terjadi pembengkakan penggunaan bahan bakar minyak untuk genset. “Bahkan dalam sebulannya ada yang mencapai Rp8 juta untuk BBM saja,” ujarnya.
    Meskipun begitu, katanya, dengan telah ditetapkan RSUD Solok Selatan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), bertambahnya kebutuhan BBM tersebut bisa dipenuhi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com