• Ratusan Peserta Ikuti Daihatsu Astec Open

    0
    Jpeg

    Ratusan Peserta Ikuti Daihatsu Astec Open

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Dalam rangka mencari bibit-bibit atlet berprestasi yang dapat bersaing diajang nasional maupun international, Daihatsu mengelar Astec Open 2016, yang akan berlangsung mulai 14-17 September di GOR Dempo, Jakabaring Sport City (JSC) Palembang. Ajang ini akan diikuti oleh ratusan peserta.

    Marketing Division Head PT Astra Internasional Tbk, Hendrayadi Lastiyoso mengatakan,Daihatsu merasa terpanggil untuk berkontribusi mencetak bibit-bibit muda bulutangkis sebagai olahraga popular di tanah air. Terkait turnamen ini sendiri, dibagi menjadi beberapa katagori berdasarkan umur, yakni pemula, remaja, taruna, dewasa dan veteran.

    “Turnamen ini diikuti lebih dari total 2.200 peserta dan telah dilaksanakan pad lima kota sebelumnya, mulai dari Medan, Makassar, Surabaya, Solo dan Semarang. Sekarang berlanjut di Palembang, sebagai kota terakhir sebelum final. Partai final sendiri akan mempertandingkan para juara dari setiap kota dan akan dilangsungkan di Jakarta pada 9 hingga 15 Oktober mendatang,”kata Hendrayadi, saat ini mengelar jumpa pers di Pitstop, Selasa (13/9).

    Dilanjutkan dia, untuk di Palembang yang menjadi kota ke 6 ini akan diikuti 606 peserta yang terdiri dari 51 klub bulutangkis yang ada di Palembang, tentu dengan turnamen ini bentuk kecintaan Daihatsu dengan customer, dan turnamen ini dapat meningkatkan penjualan Daihatsu, salah satunya produk teranyar Daihatus Siegra mampu terjual hingga 1000 unit lebih.

    Ketua Pengrov PBSI Sumsel Apriadi menuturkan, kepercayaan bersar yang ditunjukkan pihak Daihatsu dan Astec menunjuk Kota Palembang menjadi tuan rumah, merupakan hal positif bagi Sumsel. Apalagi pada turnamen ini, 80% pesertanya merupakan anak-anak dan remaja.

    “Kami juga mendapat mandat dari Gubernur Sumsel, bahwa Palembang harus dijadikan kota olahraga wisata, karena fasilitas yang ada di Jakabaring Sport sudah lengkap,”kata Apriadi yang juga Kepala Dinsos Pemprov Sumsel ini.

    Sementara, owner Astec Susi Susanti, yang juga pasangan legendaries Indonesia peraih medali emas pertama Olimpiade Barcelona 1992 mengungkapkan, dipilihnya tujuh kota untuk pelaksanaan turnamen ini, karena dari tujuh kota tersebut memang banyak menghasilkan bibit-bibit muda bulutangkis Indonesia.

    “Tapi memang untuk saat ini hanya pada tujuh kota tersebut. Tapi tidak menutup kemungkinan, kedepan kita akan menggelar even sejenis di kota-kota lain,”ungkap Susi.

    “Di sini, Astec ikut membantu pembinaan di tiap daerah, terlebih pada kota-kota yang berada di pulau Jawa. Karena memang proses pembinaan diluar Jawa masih belum maksimal dan butuh kejuaraan-kejuaraan untuk meningkatkan ketrampilan atlet tersebut,”kata Susi yang didamping sang suami Alan Budi Kusuma.

    Saat disinggung tentang kurang gregetnya pembinaan atlet bulutangkis di Indonesia disbanding Tiongkok, Alan menyatakan, pada dasarnya kalau di Tiongkok memang gengsi tiap daerah sangat tinggi. Jadi, para atlet di sana berlomba-lomba agar daerahnya bisa menjadi yang terbaik.

    Selain itu, memang di Tiongkok, jika atlet tersebut berprestasi mereka dapat tunjangan hari tua. Terlepas dari itu, setelah Menpora memberikan bonus kepada atlet peraih emas olimpiade berupa tunjangan hari tua, diharapkan mampu menelurkan pebulutangkis yang kemampuannya jauh melebihi Alan dan Susi,”tukasnya(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com