• PUSENKAV Jadi Ajang Perebutan 14 Emas Woodball

    0

    Bandung, jurnalsumatra.com – Perebutan 14 medali emas cabang olahraga woodball pada eksibisi PON XIX/2016 Jabar resmi dimulai di Kawasan Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikav) Padalarang Kabupaten Bandung Barat, Sabtu.
    Pembukaan  pertandingan cabang olahraga ‘golf kayu’ tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua I Bidang Pembinaan Prestasi KONI Pusat Suwarno dan Ketua Umum Indonesia Woodball Association (IWbA) Tandiono Jackie.
    Pertandingan woodball eksibisi PON XIX/2016 Jabar itu diikuti oleh 12 kontingen yakni Kalimantan Utara, Papua, Kepulauan Riau, Banten, Kalimantan Timur, DI Yogyakarta, Lampung, Jawa Tengah, Bali, Sumatera Selatan dan tuan rumah Jawa Barat. Pertandingan eksibisi woodball PON XIX/2016 dipertandingkan 3-5 September 2016.
    “Pertandingan woodball ini digelar lebih awal dari pertandingan PON XIX/2016 Jabar karena untuk mengejar waktu persiapan menuju Asian Beach Games 2016 di Da Nang Vietnam. Ajang ini sebagai ajang seleksi terakhir bagi atlet ke ABG,” kata Wakil Ketua I KONI Pusat Suwarno.
    Meski tidak diikuti oleh seluruh pengurus IWbA di Indonesia, namun pertandingan itu merupakan momentum sejarah bagi woodball karena dipertandingkan pada PON XIX/2016 sebagai cabang olahraga eksibisi.
    Laga cabang woodball yang digelar di kompleks militer tersebut dipertandingkan pada dua area atau stage di kawasan itu yang mana akan mempertandingkan kategori kompetisi “fairwey” maupun “stroke”.
    “Cabang woodball ini merupakan salah satu cabang yang kita andalkan untuk meraih emas, KONI menargetkan minimal dua emas di ABG di Vietnam nanti, sedangkan d Thailand Indonesia meraih satu medali emas,” kata Suwarno.
    Pada ABG di Da Nang Vietnam mendatang, Indonesia kemungkinan akan diperkuat oleh atlet andalannya Aris Sudaryanto yang menyandang predikat sebagai juara dunia.
    Sementara itu Ketua Umum IWbA Pusat Tandiono Jackie menyatakan, pada eksibisi PON 2016 ini hanya 12 daerah yang turun. Namun ia menargetkan pada PON XX/2010 di Papua seluruh cabang bisa bertanding.
    Pihaknya berusaha agar woodball bisa menjadi olahraga resmi dalam pesta olahraga multi event nasional itu. Meski demikian ia tidak memaksakan, melainkan akan membuktikan bahwa olahraga itu layak untuk dipertandingkan.
    “Kita bertahap dan tidak memaksakan, namun yang pasti woodball menjadi olahraga resmi pada PON Remaja 2017 mendatang. Kami akan memaksimalkan ajang itu, sekaligus meningkatkan animo masyarakat mengenal dan menggeluti olahraga ini,” kata Tandiono menambahkan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com