• PUPR Mobilisasi Perlengkapan Bagi Pengungsi Banjir Garut

    0

         Jakarta, jurnalsumatra.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengumumkan, telah dan sedang memobilisasi aneka perlengkapan untuk penanganan kondisi darurat bagi korban bencana banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
    Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra Atmawidjaja, saat dihubungi Kamis, di Jakarta, menjelaskan,
    sebanyak tujuh mobil tangki, 17 hidran umum, 20 toilet bongkar pasang (knockdown), satu truk tinja dan 200 jeriken air sudah berada di sejumlah titik pengungsian.
    “Tujuh mobil tangki air empat m3 sudah bekerja dari tadi malam untuk melayani kebutuhan air bersih pengungsi. Kemudian, 17 unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter juga telah berada di enam titik pengungsian yakni di Rusun Gandasari Indah sebanyak dua unit, Cimacan dua unit, di Jalan Pembangunan dua unit, markas Korem dua unit, Paminggir dua unit, RSUD Garut dua unit, Kantor Dinas Tenaga Kerja Garut dua unit dan empat unit dicadangkan bila ada penambahan titik pengungsi,” katanya.
    Sementara itu, kata dia, terkait untuk penanggulangan darurat di RSUD Garut sudah tiba 400 lembar kawat untuk penanggulan sungai dengan bronjong kawat.
    “Jumlah bronjong kawat akan ditambah hingga 2.000 lembar yang saat ini dalam proses pengangkutan,” kata Endra.

         Sementara itu, siaran pers Kementerian PUPR pagi ini (22/9) menyebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono pagi ini (22/9) berangkat menuju lokasi bencana banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
    Rencananya akan dilakukan rapat koordinasi lapangan bersama Bupati Garut Rudy Gunawan di Kantor PDAM Garut yang juga menjadi Posko Kementerian PUPR.
    Sebelumnya menurut catatan terakhir Kepolisian Daerah Polda Jabar jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat, hingga Rabu (21/9) malam, bertambah menjadi 23 orang.
    “Identifikasi korban di Rumah Sakit TNI AD Guntur Garut untuk perkembangan sampai pukul 20.00 WIB, data korban meninggal dunia 23 orang,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus.
    Ia mengatakan banjir akibat luapan Sungai Cimanuk itu menyebabkan permukiman penduduk terendam banjir dan membuat warga luka-luka serta terbawa hanyut arus banjir. Selain korban meninggal dunia, tercatat empat orang mengalami luka berat, 27 orang luka ringan, 12 orang dinyatakan hilang.
    “Dari sekian korban tersebut ditemukan di lokasi yang berbeda yaitu di Lapang Paris, Kampung Bojong Larang, Kampung Cimacan, dan Kampung Cisurat di Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com