• Puluhan Karyawan Perum PNRI Bentrok dengan Satpam

    0

    perum pnriJakarta, jurnalsumatra.com – Puluhan karyawan PNRI (Percetakan Negara Republik Indonesia) bentrok dengan SATPAM out sourching dari PT. ISS Penjaga di Perum Percetakan Negara. Aaksi saling mendorong dan terjadi  Hingga terjadi pergumulan di depan pintu gerbang kantor pusat Perum PNRI.

    Kejadian dipicu karena Sutisna, ketua tim perunding PKB Serikat Karyawan PNRI, dilarang masuk kedalam kantor BUMN percetakan tersebut, Kamis (1/9/2016).

    “Kami diperintahkan oleh Direksi PNRI Melarang Sutisna masuk kantor PNRI karena sudah di PHK. Kami terima intruksi tersebut,” kata Amran, chief keamanan dari PT.ISS yang menjaga di PERUM PNRI, sambil berteriak dan saling dorong dengan para karyawan PNRI.

    Para karyawan PNRI yang berkeinginan Sutisna selaku ketua tim perundingan PKB dari Serikat karyawan PNRI bisa masuk dan memimpin perundingan PKB yang dimulai hari ini namun dicegah keras oleh pihak security. Walaupun kedatangan sutisna dengan menunjukkan undangan dari serikat karyawan, karena dia sebagai ketua TIM Perundingan PKB.

    Ketua Serikat karyawan  PNRI Mutiasari mengatakan, para karyawan tetap menolak PHK sepihak yang dijatuhkan Direksi PNRI kepada Sutisna, mantan ketua Serikat karyawan PNRI dan Andi Suryaman, suaminya, pada 29 Desember 2015.

    “Kami menolak PHK yang dilakukan Direksi terhadap Sutisna dan Andi Suryaman karena melanggar PKB Sekar PNRI dan undang-undang 13 ketenaga-kerjaan, kemudian DinasTenagaKerja Jakarta Pusat juga telah mengeluarkan anjuran untuk keduanya kembali bekerja seperti sediakala di kantorPerumPercetakan Negara Pusat serta dibayarkan semua hak-haknya yang selama ini ditahan oleh pihak perusahaan namun Direksi PNRI mengabaikan surat anjuran instansi yang berwenang tersebut,” tegasMutiasari.

    Mutiasari selaku ketua Sekar PNRI memimpin langsung puluhan karyawan yang mengawal masuk Sutisna, ketua tim perundingan PKB, kedalam kantor PNRI.

    Setelah terjadi beberapa kali pergumulan akhirnya kericuhan itu dapat ditenangkan oleh direktur keuangan dan produksi Sigit dan menemui Ketua Umum Serikat karyawan PNRI dan memulai perundingan PKB, Jumat (2/9/2016).

    Pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak kepada Sutisna dan Andi Suryaman itu dilator belakangi oleh aktivitas Serikat karyawan PNRI yang kritis terhadap kinerja Direksi Perum PNRI yang dikomandani oleh DJakffarudin Junus, mantanDirut PT Indofarma.

    Melihat hal ini, Direksi PNRI kemudian melakukan intimidasi terhadap aktivis dan pengurus Serikat karyawan PNRI. Sutisna, mantan KetuaSekar PNRI yang sudah bekerja  14 tahun, dimutasi ke cabang Merauke, Papua. Sementara, Andi Suryawan, suami Mutiasari, Ketua umum Sekar PNRI telah bekerja 16 tahun dimutasike Bengkulu tanpa dasar jelas

    “Kami menolak dimutasi karena ini bagian dari union busting (pemberangusan serikat pekerja). Kami sudah membawa perselisihan ini ke Disnaker Jakarta Pusat. Disnaker telah mengirim surat perundingan, tapi direksi malah mengeluarkan surat keputusan PHK pada 29 Desember 2015 saat sedang proses mediasi di Disnaker pengurus kami dipecat secara sepihak,” kata Mutiasari.( Doni Irawan, [email protected])

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com