• Proyek Jalan Terus Walau Ada Pemangkasan Dana

    0
    ????????????????????????????????????

    ????????????????????????????????????

    Palembang, jurnalsumatra.com – Walaupun ada pemangkasan nilai anggaran yang dikelola instansi pemerintah pusat untuk melaksanakan sejumlah proyek inftrastruktur strategis untuk penunjang Asian Games 2018 yang bersumber dari APBN tetapi pembangunan tetap berjalan untuk melaksanakan sejumlah proyek fisik.

    “Memang ada pemangkasan nilai dari anggaran yang dikelola oleh instansi perwakilan pemerintah pusat untuk melaksanakan sejumlah proyek fisik, yaitu anggaran [APBN] yang dikelola oleh instansi itu pagu awalnya Rp 12,3 triliun, kemudian naik menjadi Rp12,9 triliun dan sekarang turun lagi jadi Rp12,4 triliun,” ungkap Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPBN) Sumatra Selatan, Sudarso kepada jurnalsumatra.com saat acara Forum Diskusi Publik Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Daerah di Kantor Bank Indonesia, Kamis (29/9).

    Dikatakanya, pengurangan pagu anggaran itu dilakukan pusat sebagai langkah penghematan terhadap kas Negara, namun pengurangan alokasi itu tidak akan menghambat pengerjaan proyek karena pemangkasan hanya dilakukan terhadap pos-pos yang tidak signifikan saja.

    Memotongan tersebut tidak mengganggu proyek yang ada karena menurutnya yang dipotong seperti biaya perjalanan dinas, pemberian honor, studi banding. Dikatakanyanya alokasi pusat senilai Rp12,4 triliun digunakan untuk pembangunan proyek, seperti Jembatan Musi IV yang ditangani Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Wilayah III, double track dan jalan-jalan nasional.

    Sedangkan untuk proyek yang mengalami pengurangan anggaran antara lain di sector pekerjaan umum senilai Rp 154 miliar karena tidak prioritas, misalnya bangun gedung baru atau memang proses pengadaan barang dan jasa belum bisa berjalan sampai dengan semester I 2016

    Dikatakanya, untuk proyek infrastruktur yang merupakan penunjang event Asian Games pada 2018, realisasi kinerja anggaran pekerjaan tesebut sudah mencapai 58,39% sampai dengan saat ini, sehingga pihaknya menilai pencapaian itu sudah bagus.

    Menurutnya, untuk menggunakan pencairan dari Kanwil DJPBN, Pusat juga mengalokasikan anggaran untuk proyek infrastruktur di Sumsel melalui penyertaan modal negara (PMN), seperti pembangunan jalur kereta api ringan (LRT) senilai Rp. 11,44 triliun kepada PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan jalan Tol Palembang-Indralaya dengan nilai investasi sebesar Rp 3,3 triliun kepada PT Hutama Karya.

    Diakuinya, kanwil DJPBN mencatat terdapat 14 proyek strategis nasional senilai Rp. 68 triliun yang berlokasi di Sumsel dan Bank Indonesia Perwakilan Sumsel menilai proyek infrastruktur nasional itu telah mempercepat pertumbuhan ekonomi Sumsel.

    Hal tersebut disampaikan Irfan Farulian selaku Kepala Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan BI Perwakilan Sumsel mengatakan “Pembangunan infrastruktur telah menyelamatkan pertumbuhan ekonomi Sumsel dan Sumsel sangat terbantu oleh pembangunan infrastruktur tersebut, kalau di lihat daerah lain yang sektor andalannya komoditas pertanian dan pertambangan juga, seperti Riau dan Kalimantan Timur, Sumsel itu jauh lebih bagus karena provinsi lain itu sudah minus,” pungkasnya.(edchan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com