• Program Taman Eden Atasi Kasus Perdagangan Orang

    0

    Kupang, jurnalsumatra.com- Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah meluncurkan program ‘Taman Eden’ sebagai salah satu solusi dalam mengatasi kasus perdagangan orang di wilayah itu.
    “Banyak kasus perdagangan orang yang dialami masyarakat Kabupaten Kupang, karena diiming-imingi gaji besar diluar negeri. Pemerintah sudah meluncurkan program ‘Taman Eden’ sebagai solusi untuk mengatasi persoalan ini,” kata Bupati Kupang Ayub Titu Eki di Oelamasi, Rabu.
    Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan upaya yang akan dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi kasus perdagangan orang di wilayah itu.
    Banyak korban perdagangan orang di Kabupaten Kupang saat pulang ke desa asal sudah dalam kondisi cacat, bahkan meninggal dunia.
    Dalam hubungan dengan itu,  Pemerintah Kabupaten Kupang mulai tahun 2016, meluncurkan program ‘Taman Eden’.
    Dalam program itu, 160 kepala desa di daerah itu diwajibkan untuk membuka kebun desa dan dikelola secara bersama-sama seluruh warga masyarakat desa.
    Dalam lokasi ‘Taman Eden, dengan luas lahan lima haktare akan ditamani berbagai taman produktif seperti buah-buahan, penambakan ikan dan lokasi peternakan seperti ayam, kambing dan sapi yang bisa menghasilkan uang dengan cepat untuk peningkatan ekonomi warga desa.
    “Semua hasil usaha dari kebun desa itu dikelola secara bersama-sama warga setempat melalui badan usaha milik desa (BUMDes) yang telah dibentuk,” katanya.
    Dia yakin, jika uang dari hasil usaha kebun desa  ini dikelola dengan baik, akan bermanfaat bagi masyarakat desa.
    “Pemerintah sangat yakin usaha itu akan berkembang dan kehidupan masyarakat akan lebih sejahtera,” katanya.
    Mengenai sumber dana, Bupati mengatakan pemerintah telah mengambil kebijakan mengunakan dana desa untuk mendukung pembangunan ‘Taman Eden’.
    Pemanfaatan dana desa itupun dalam bentuk pinjaman, yang nantinya akan dikembalikan oleh masyarakat, setelah menjual hasil panen dari kebun desa.
    “Manfaat dari kebun desa untuk kepentingan bersama. Pengembalian modal usaha juga dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat desa setelah menjual hasil usahanya tersebut. Uang Rp250 juta akan terus bergulir ditengah masyarakat desa,” tegasnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com