• PON 2016 (Hoki Indoor) – Papua-Banten Berbagi Perunggu Di Cabang Hoki Indoor

    0

    Bandung, jurnalsumatra.com – Tim hoki “indoor” Papua dan Banten berbagi medali perunggu setelah berhasil menempati peringkat tiga dan empat di gelaran PON XIX/Jawa Barat berkat kemenangan kedua tim pada laga pamungkasnya masing-masing.
    Dalam laga pamungkas yang digelar di Gymnasium Universitas Indonesia, Bandung, Senin, tim Papua berhasil mengatasi “saudaranya” tim Papua Barat dengan skor 1-0 melalui gol S R Mandagi di menit ke 29 lewat kerja sama apik yang diperagakan kontingen Bumi Cenderawasih tersebut.
    Berkat kemenangan tersebut, Papua berhasil menempati posisi tiga dalam klasemen dengan 11 poin hasil dari tiga kali menang, satu kali kalah dan dua hasil imbang.
    “Kami cukup bangga dan puas bisa menempati posisi ini dan mencapai target kami untuk mengejar posisi tiga besar, meskipun sebenarnya target kami adalah emas, ke depan kami akan berusaha untuk menjadi juara di gelaran PON Papua mendatang,” kata pelatih Leo Tanasale selepas pertandingan.
    Sementara Banten, di hari yang sama berhasil unggul atas tim juru kunci Jawa Tengah dengan skor 2-1 melalui gol Kusnadi pada menit ke-12 dan Dede Alberta menit ke-15. Gol balasan Jawa tengah sendiri datang dari Nowo Setyo Purnomo pada menit ke-23.
    Berkat kemenangan tersebut, Banten berhasil bercokol di posisi empat klasemen dengan nilai sembilan yang dihasilkan dari tiga kemenangan dan tiga kekalahan selama gelaran berlangsung.
    Pelatih tim Banten Lukman mengaku bangga atas perjuangan anak asuhnya yang untuk kali perdana ikut serta dalam gelaran olahraga nasional itu, bisa mendapatkan medali.
    Kapten tim Banten Kusnadi mengatakan soal hasil dengan Jawa Tengah ini cukup memuaskan, namun masih butuh banyak evaluasi ke depannya.
    “Kami cukup puas tapi butuh evaluasi karena tadi juga agak tegang mainnya, pasalnya Jawa Tengah juga bermain baik dan memainkan ‘full press’, kami akan evaluasi kedepannya terutama soal mental karena Banten sendiri dihuni pemain-pemain muda,” tutur pemain veteran Banten berusia 30 tahun itu.
    Kepuasan juga diungkapkan tim Jawa Tengah yang mengaku permainannya semakin baik dalam gelaran PON ini, meski ada kekecewaan karena belum berhasil mendapat satupun poin.
    “Dengan pertandingan terakhir kami cukup puas karena ada peningkatan permainan dan kami sebenarnya berimbang lawan Banten, kami sebenarnya cukup kecewa dengan perolehan di turnamen, namun ini akan menjadi evaluasi kami untuk gelaran berikutnya di Papua,” tutur kapten tim Jawa Tengah Adindra (25).
    Papua dan Banten sebenarnya memiliki pesaing untuk mendapat perunggu dari tim Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Papua Barat.
    Namun, DIY yang di pertandingan pamungkasnya harus menghadapi tim favorit juara DKI Jakarta, harus mengakui kekalahannya dengan skor 1-7 meski sempat memimpin terlebih dahulu lewat sang kapten Adit Tri Juwantoro di menit ke-10.
    Namun, kedigdayaan DKI Jakarta tidak terbendung oleh tim asuhan ‘coach’ Welly tersebut, dengan tujuh gol balasan yang masing-masing dicetak Astri Rahmat (menit 13, 23 dan 35), Airlangga (menit 31, 36 dan 40) serta Zaki Lukman menit ke-33.
    DIY harus menempati posisi lima dalam klasemen dengan poin enam hasil dari dua kemenangan dan empat kekalahan yang disusul Papua Barat dengan poin sama, namun kalah dari selisih gol.
    (anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com