• Polres Kampar Temukan Aktivitas Pembalakan Liar

    0

        Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Belasan personel Kepolisian Resor Kampar di Provinsi Riau dan TNI AD menemukan adanya bekas aktivitas pembalakan liar di kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi Kecamatan XIII Koto Kampar yang terbakar dalam tiga hari terakhir.
    “Lahan yang terbakar merupakan kawasan hutan dan semak belukar. Terlihat bekas-bekas penebangan kayu yang kemudian dijadikan lahan untuk perkebunan sawit,” kata Kepala Bidang Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, di Pekanbaru, Rabu.
    Bahkan, dia mengatakan sebagian besar areal Hutan Lindung Bukit Suligi telah diubah menjadi perkebunan sawit. Hal itu cukup disayangkan, mengingat Bukit Suligi telah ditetapkan sebagai wilayah konservasi oleh pemerintah.
    Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi merupakan hamparan hutan tropis basah, dengan luas areal sekitar 300 hektare di Rokan Hulu. Kawasan tersebut berjarak sekitar 139 kilometer dari Kota Pekanbaru.
    Guntur mengatakan untuk menjangkau kawasan tersebut cukup sulit, karena lokasi kebakaran berada pada ketinggian sekitar 1.000 meter sementara medan yang ditempuh sangat ekstrem.
    Akibatnya, kendaraan tidak dapat digunakan untuk menjangkau lokasi kebakaran, dan hanya dapat dijangkau dengan cara berjalan kaki. Saat menjangkau ke lokasi tersebut tim menemukan adanya bekas pembalakan liar.

         Ia mengatakan jajarannya kesulitan mengungkap kebakaran dan perambahan di kawasan tersebut, karena Bukit Suligi merupakan area konservasi.
    Namun, sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan tetap berkoordinasi bersama instansi terkait, kata Guntur lagi.
    Kondisi terakhir kebakaran di Hutan Lindung Bukit Suligi saat ini sudah berhasil ditanggulangi oleh tim udara satgas siaga darurat karhutla Riau. Namun, asap tipis masih bermunculan di lokasi.
    Berdasarkan pengamatan anggota, lanjut Guntur, tanah di Bukit Suligi merupakan tanah mineral. Kebakaran yang terjadi di tanah mineral umumnya lebih mudah untuk ditanggulangi dibandingkan tanah gambut.
    Hutan Lindung Bukit Suligi selama ini dikenal karena keindahan panoramanya, gua dan air terjun. Namun, kawasan itu kini kian terancam akibat perambahan untuk dialihfungsikan secara ilegal menjadi perkebunan sawit, terutama di kaki bukit.
    Perambahan lahan negara tidak hanya terjadi di Bukit Suligi, namun juga terjadi di sejumlah kawasan konservasi di Riau, seperti Taman Nasional Tesso Nilo, Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Hutan Lindung Rimbang Baling serta Taman Nasional Bukit Tiga Puluh.
    Sebelumnya, tim udara satgas siaga darurat karhutla Riau juga menemukan aktivitas pembalakan liar serta pembakaran di kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi perbatasan Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu.
    “Terlihat jelas aktivitas pembalakan liar serta pembakaran. Dari udara juga terlihat adanya gubuk-gubuk dan aktivitas warga,” kata Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Marsekal Pertama Henri Alfiandi.
    Aktivitas pembalakan liar itu ditemukan satgas setelah terpantau titik api yang menghasilkan asap tebal di kawasan tersebut.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com