• Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kepemilikan Pupuk Ammonium      

    0

    Kendari, jurnalsumatra.com – Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menetapkan HB (50) warga Kabupaten Bombana sebagai tersangka atas kepemilikan 1.775 kg pupuk ammonium nitrat ilegal yang diduga dipasok dari luar daerah.
    “Pelaku saat ini baru satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka, dan tidak tertutup kemungkinan akan bertambah setelah BH diperiksa untuk mendapat keterangan dan sekaligus mengungkap pelaku di balik semua itu,” kata Direktur Polair Polda Sultra Kombes Pol Andi Nugraha di Kendari, Selasa.
    Menurut Andi, tim operasi gabungan pada 15 September lalu menemukan sebuah rukop yang dijadikan sebagai gudang tempat menyimpan lebih dari 1,7 ton pupuk ammonium nitrat ilegal, setelah menerima laporan dari masyarakat.
    “Saat tim melakukan penggerebekan, tersangka BH awalnya tidak mengaku sebagai pemilik, namun saat aparat membongkar pintu dan jendela gudang yang dicurigai berisi pupuk elegal, tersangka mengaku sebagai pelakunya,” ujar Andi yang memberikan keterangan pers    bersama Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto.
    Tersangka DH yang ditahan di Mapolres Bombana dihadirkan dalam konferensi pers itu bersama sejumlah barang bukti.
    Menurut keterangan BH, pupuk ammonium ilegal itu didatangkan dari Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggunakan kapal laut.
    “Harga setiap karungnya antara Rp800 ribu-Rp900 ribu untuk pembelian di Flores. Di Bombana masyarakat membeli hingga Rp1,5 juta per karung 25 kg,” ujar Andi.
    Andi tidak menyebut alamat lengkap gudang penyimpanan pupuk yang diduga untuk dijadikan sebagai bahan utama pembuatan bom ikan itu dengan alsan masih perlu dirahasiakan untuk mengungkap tersangka lain di balik kasus barang ilegal itu.
    “Yang pasti bahwa kasus kepemilikan pupuk ammonium nitrat ini adalah kasus terbesar sepanjang belasan tahun terakhir di jajaran Polda Sultra. Sebelumnya pernah juga ditemukan bahan baku bom ikan ini, namun jumlahnya tidak sebesar ini,” ujaranya.
    Hingga berita ini diturunkan, pupuk ammonium nitrat yang masih terbungkus karung diamankan di Polda Sultra untuk penyidikan lebih lanjut sebelum dilimpahkan ke pengadilan.  (anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com