• Polisi Banyumas Gelar Rekonstruksi Kasus Penculikan Mahasiswi

    0

         Purwokerto, jurnalsumatra.com – Petugas Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah, menggelar rekonstruksi kasus penculikan terhadap seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Sofia Nur Atalina.

    Dalam rekonstruksi yang digelar di depan Kampus Fakultas Kedokteran Unsoed, Jalan Gumbreg, Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur, Banyumas, Jumat, dan dipimpin langsung oleh Kepala Polres Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi Gidion Arif Setyawan, petugas menghadirkan dua tersangka, yakni WB dan DP untuk reka ulang adegan penculikan.

    Sementara tiga tersangka lainnya yang masih buron serta korban penculikan diperankan oleh polisi berpakaian preman.

    Dari pantauan, dalam rekonstruksi itu sebanyak 13 adegan diperagakan tersangka, mulai dari para tersangka mendatangi lokasi kejadian dengan menggunakan mobil bak terbuka Mitsubishi T120SS (bukan L300 seperti yang diwartakan sebelumnya, red.), menghampiri dan membekap korban, hingga membawa kabur korban beserta mobil Honda Brio miliknya.

    Dalam hal ini, tiga tersangka membawa kabur Sofia beserta mobil Honda Brio milik korban sedangkan dua orang lainnya membawa mobil bak terbuka yang mereka gunakan ke lokasi kejadian.

    Saat ditemui wartawan usai rekonstruksi, Kapolres Banyumas AKBP Gidion Arif Setyawan mengatakan tersangka DP sejak awal telah diindikasikan sebagai aktor intelektual kasus penculikan tersebut.

    Menurut dia, perencanaan tindak pidana telah lama direncanakan oleh kawanan penculik itu meskipun perencanaan targetnya dilakukan secara spontan.

    Bahkan, kata dia, korban yang mengendarai mobil Honda Brio bukan target utama karena targetnya adalah mobil Toyota Yaris yang berada di belakang mobil bak terbuka yang membawa kawanan itu.

    Oleh karena mobil Yaris itu jalan lebih dulu dan tidak terkejar, lanjut dia, kawanan tersebut langsung mengalihkan target ke mobil Honda Brio milik korban yang ada di depannya.

    “Jadi, semua inisiasi, semua pengaturan berasal dari dia (DP, red.). Dari rekonstruksi, kita semakin yakin bahwa peran DP semakin dominan dalam tindak pidana ini, mulai dari mengintai target, menetapkan target, mengatur teman-temannya untuk melakukan tindakan kepada target, sampai dengan dia menghubungi (keluarga) dengan cara mengancam korban agar tunduk mengikuti perintah,” jelasnya.

    Ia mengatakan korban selanjutnya diperintah menghubungi keluarga menggunakan nomor teleponnya sendiri dan menceritakan sesuai dengan yang diskenariokan oleh DP, yakni kecelakaan lalu lintas.

    Menurut dia, cerita itu dikarang oleh DP hanya untuk meminta uang tebusan hingga akhirnya dapat ditangkap di wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

    Lebih lanjut, dia mengatakan hingga saat ini, pihaknya masih mengejar tiga tersangka lainnya, yakni D, B, dan A.

    “Mereka (kawanan penculik, red.) berasal dari satu daerah yang sama. Mobil pikap (bak terbuka, red.) kita sita dari rumah D di Susukan, Banjarnegara,” katanya.

    Kapolres menduga salah seorang tersangka masih berkeliaran di wilayah Pangandaran karena jumlah tersangka yang membawa mobil Honda Brio beserta korban sebanyak tiga orang, dua di antaranya telah ditangkap.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Unsoed Fitrianto Arjadi mengatakan pihaknya akan lebih waspada pascakejadian penculikan tersebut.

    “Kami juga akan meningkatkan kualitas satpam,” kata dia kepada wartawan saat menyaksikan jalannya rekonstruksi.

    Disinggung mengenai korban, dia mengatakan pihaknya akan menyiapkan psikolog untuk mendampingi korban yang saat ini belum kembali kuliah.

    Kasus penculikan terhadap seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Unsoed, Sofia Nur Atalina terjadi pada hari Rabu (7/9), sekitar pukul 15.30 WIB, di tempat fotokopi depan kampusnya.

    Sofia yang dibawa kabur beserta mobil Honda Brio miliknya oleh tiga dari lima kawanan penculik itu berhasil diselamatkan petugas gabungan dibantu masyarakat pada pukul 22.30 WIB atau beberapa jam setelah kejadian di Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

    Selain menyelamatkan korban, petugas juga berhasil menangkap salah seorang pelaku, WB, dengan cara menembak kaki kanannya saat berupaya melarikan diri.

    Selanjutnya tersangka DP dapat ditangkap petugas pada hari Kamis (8/9), sekitar pukul 11.00 WIB, di Dusun Cipari, Desa Bojongsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa
    Barat, berkat laporan warga setempat yang curiga terhadap keberadaan orang asing dengan gerak-gerik mencurigakan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com