• Perekaman Identitas Diri Situbondo Prioritaskan Lanjut Usia

    0

       Situbondo, jurnalsumatra,com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memprioritaskan warga lanjut usia dalam perekaman identitas diri kartu tanda penduduk (KTP) elektronik.
    “Petugas kami di lapangan memang mengutamakan warga lanjut usia (sepuh) karena melihat kondisi fisiknya. Jadi, setiap ada warga yang sepuh petugas kami langsung mendahulukannnya,” kata Kepala Dispendukcapil Pemkab Situbondo Mohammad Sifa di Situbondo, Selasa.
    Menurut dia, selama ini proses perekaman kartu identitas diri di wilayahnya terpantau masih banyak warga yang lanjut usia tidak hadir ke kantor kecamatan masing-masing saat petugas Dispendukcapil setempat secara bergiliran melakukan perekaman.
    Oleh karena itu, katanya, petugas terus mengutamakan warga lanjut usia untuk dilakukan rekam KTP elektronik terlebih dahulu, karena khawatir kondisi fisiknya.
    “Sesuai pantauan di lapangan, yang paling banyak hadir untuk rekam identitas diri dari kalangan yang muda-muda dan yang tua jarang sekali. Makanya kami prioritaskan yang tua-tua,” katanya.

        Ia mengatakan hingga saat ini capaian rekam kartu identitas diri di Situbondo sebanyak 9.000 orang dari 43.000 penduduk yang sebelumnya belum melakukan perekaman atau sampai sekarang masih tersisa sekitar 34.000 penduduk belum terekam.
    Selama ini, lanjut Sifa, Dispenduk Capil Situbondo telah melakukan upaya maksimal agar seluruh masyarakat setempat dapat tercakup dalam perekaman KTP elektronik.
    “Kami juga sudah melakukan perekaman dengan cara jemput bola atau petugas berkeliling ke desa-desa sembari menyampaikan pengumuman. Dan sekarang ini kami lakukan di setiap kecamatan secara bergiliran,” ucapnya.
    Ia menambahkan ada beberapa kendala dalam pelaksanaan perekaman kartu identitas diri tersebut, di antaranya peralatan yang ada sebagian besar sudah banyak yang rusak dan kurangnya SDM atau petugas. Selain itu juga jaringan internet di beberapa kecamatan serta kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuat KTP.
    “Kami sebenarnya optimis perekaman ini akan selesai hingga akhir September, namun karena banyak kendala itulah dimungkinkan tidak akan selesai semuanya. Dan selanjutnya kami tinggal menunggu kebijakan dari Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil pada Kementerian Luar Negeri, apakah dilanjutkan pada 2017,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com