• Penyidik Segera Periksa Mantan Karo Perekonomian Lampung    

    0

    Bandarlampung, jurnalsumatra.com- Penyidik Kepolisian Daerah Lampung pada pekan ini akan memeriksa mantan Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Lampung terkait dugaan tindak penipuan dan penggelapan.
    “Kita akan lakukan pemeriksaan terhadap terlapor, Farizal Badri Zaini pada minggu ini, soal jadwalnya tidak dapat kami pastikan, yang pasti terlapor akan kita periksa terkait laporan dugaan penipuan dan penggelapan uang proyek,” kata Kasubdit II Ditreskrimum Polda Lampung AKBP Irwandi, di Bandarlampung, Senin malam.
    Menurut dia, pemeriksaan tidak hanya sebatas pada terlapor, melainkan juga istri yang bersangkutan akan dimintai keterangan terkait persoalan itu.
    “Semua saksi, pelapor dan terlapor kita mintai keterangan sehingga bisa mempercepat proses penyidikan,” ujarnya.
    Sejauh ini, Irwandi melanjutkan, pihaknya masih memperdalam keterangan saksi untuk menguatkan keterangan pelapor yakni Djoko Prihartanto, mantan Kasubid Sarana dan prasarana Bakorluh Lampung.
    “Kami masih memperdalam pemeriksaan saksi sesuai laporan Djoko bahwa uang itu diserahkan kepada Farizal melalui dirinya (Djoko), dan diserahkan di beberapa tempat,” kata dia.
    Ia menyebutkan, penyidik telah  melakukan pemeriksaan kepada delapan orang saksi.
    Irwandi mengaku menemui kendala, yakni ada saksi yang belum memenuhi panggilan.
    “Delapan orang sudah diperiksa. Kendalanya adalah dalam pemeriksaan saksi-saksi yang belum memenuhi panggilan. Nah itulah, kalau mau periksa saksi-saksi itu kan belum tentu hadir, kita tidak tahu mungkin ada halangan,” kata dia.
    Selain itu, pihaknya juga akan memeriksa video yang menyebar soal penyerahan uang tersebut.
    “Kami juga cek video itu, tapi sekarang masih periksa saksi, pasti semua kami cek semua dong sebagai petunjuk. Itukan bisa saja diedit, makanya akan kita periksa juga,” kata dia.
    Irwandi menegaskan tidak menutup kemungkinan tersangka bakal lebih dari satu orang.
    “Benar tidak menutup kemungkinan tersangka lebih dari satu, tapi itukan tidak boleh kami sebutkan karena kan ada asas praduga tak bersalah,” kata dia.
    Meski demikian dia belum bisa menyebutkan berapa dan siapa saja yang berpotensi menjadi tersangka.
    Setelah pemeriksaan para saksi dan terlapor, pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk menentukan siapa dan berapa tersangka dalam kasus ini.
    “Nanti kalau sudah didalami dan memenuhi unsurnya, akan kita panggil sebagai tersangka, namun sebelum itu akan kami gelarkan terlebih dahulu,” ujarnya menambahkan.
    Sebelumnya, Kanit Subdit II Kompol Riswan mengatakan akan berkoordinasi dengan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung jika diindikasi ada tindak pidana korupsi.
    “Kami akan koordinasikan dengan teman-teman di Krimsus kalau memang ada tindak pidana korupsinya. Saat ini masih fokus penipuan dan penggelapannya,” kata dia.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com