• Penertiban Bangunan Gumuk Pasir Bantul Dilaksanakan Bertahap

    0

         Bantul, jurnalsumatra.com – Penertiban bangunan, tumbuhan, maupun tambak di kawasan zona inti gumuk pasir sepanjang pantai selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan dilaksanakan secara bertahap.
    “Ada beberapa tahapan yang akan kami lakukan dalam penertiban di kawasan gumuk pasir, dan nanti (tahapan) kami sampaikan pas sosialisasi,” kata Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul Hermawan Setiadji di Bantul, Kamis.
    Meski demikian, ia enggan merinci tahapan penertiban bangunan di kawasan zona inti gumuk pasir itu, namun tahapan akan dimulai dengan sosialisasi kemasyarakat pesisir dalam waktu dekat ini setelah pada Kamis (1/9) digelar rapat koordinasi penertiban.
    Ia menyebutkan setidaknya ada sekitar 64 bangunan yang terdiri dari rumah, tempat usaha, tempat parkir serta bangunan tidak berizin lainnya di kawasan zona inti gumuk pasir wilayah Pantai Parangkusumo, Parangtritis, sehingga puluhan bangunan ini akan ditertibkan.
    “Setelah ini (rakor) kami langsung pada tahapan ketemu warga untuk sosialisasi, sasaran penertiban adalah bangunan yang ada di zona inti gumuk pasir, jadi nanti akan kamia pilih bangunan mana yang harus ditertibkan dan mana yang tidak,” katanya.

           Meski demikian, kata Hermawan, penertiban bangunan di gumuk pasir ini tidak seperti apa yang menjadi gambaran masyarakat yaitu ada unsur paksaan bagi aparat daerah untuk membongkar maupun menggusur bangunan yang sebagian jadi usaha perekonomian.
    “Ada perintah dari Gubernur DIY untuk mencari solusi terbaik, intinya ada pendekatan dengan mereka pemilik bangunan, makanya langkah awal sosialsasi, harapannya penertiban ini tidak ada upaya paksaan, dan syukur mereka bisa pindah sendiri,” katanya.
    Apalagi, menurut dia, penertiban bangunan itu sebagai upaya pemda dalam melestarikan kawasan konservasi gumuk pasir yang merupakan satu-satunya warisan dunia ini, dan keberadaan gumuk pasir itu sudah ditetapkan sebagai Parangtritis Geomaritime Science Park pada 2015.
    “Menindaklanjuti surat dari Gubernur DIY perihal Penanganan Bangunan di Gumuk Pasir itu, bahwa penertiban bertujuan untuk mengembalikan fungsi gumuk pasir, apalagi bangunan di sana semuanya tidak berizin,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com