• Penerimaan PAD Dishub OKI Baru Capai 40,86 Persen

    0

    unnamed-1KAYUAGUNG, SUMSEL. Jurnalsumatra.com – Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari beberapa sektor yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), masih sangat minim. Pasalnya, hingga bulan Agustus 2016, dari target Rp5.208.041.000, baru tercapai sebesar Rp2.127.968.000 atau 40,86 persen.

    “Ada 6 item PAD yang dikelola Dishubkominfo OKI. Penyebab masih minimnya realisasi PAD ini karena ada 1 item yakni Retribusi Menara Telekomunikasi yang sejak 2 tahun terakhir tidak bisa lagi dipungut, karena terbentur regulasi aturan yang dikeluarkan Pemerintah Pusat,” ungkap Kepala Dishubkominfo OKI, Tohir Yanto SSos.

    Tahun ini, kata Tohir, target PAD Menara Telekomunikasi sebesar RpRp950.400.000. “Namun karena tidak bisa lagi dipungut retribusinya, maka realisasinya nol. Hal ini lah yang membuat realisasi keseluruhan PAD yang dikelola Dishub OKI masih minim. Namun untuk item-item lainnya diupayakan untuk mencapai target, ya minimal bisa mendekati atau sekitar 90 persen,” cetusnya.

    Beberapa item PAD yang dikelola Dishub OKI yakni Uji Kendaraan Bermotor (KIR), dimana dari target Rp370.000.000, hingga Agustus telah terealisasi Rp244.179.600 atau 65,99 persen. Retribusi Terminal dari target Rp2.974.041.000, terealisasi Rp1.758.917.000 atau 59,14 persen. Kemudian PAD Parkir dari target Rp153.600.000, telah terealisasi Rp85.610.000 atau 55,74 persen.

    Selanjutnya PAD dari sektor ASDP, dari target Rp720.000.000 telah terealisasi Rp12.100.000 atau 1,68 persen dan PAD sektor Izin Trayek/Izin Usaha dari target Rp40.000.000, telah terealisasi Rp27.161.400 atau sebesar 67,90 persen. “Sisa waktu 4 bulan ini akan kita manfaatkan sebaik mungkin untuk menggenjot target PAD yang belum tercapai. Mudah-mudahan, penerimaan PAD hingga akhir tahun nanti bisa mencapai 100 persen,” pungkasnya.

    Menanggapi masih minimnya realisasi PAD di Dishub OKI, Komisi III DPRD OKI yang merupakan mitra kerja dinas terkait berharap ada upaya nyata yang dilakukan Dishub OKI untuk menggenjot target PAD yang belum tercapai tersebut.
    “Masih minimnya realisasi PAD mungkin disebabkan oleh berbagai faktor dan kendala. Nanti kita akan memanggil kepala dinas terkait, untuk meminta krarifikasi apakah kendala yang dihadapi,” ujar anggota Komisi III DPRD OKI, H Subhan Ismail. (RICO)
  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com