• PEMPROV Bengkulu Bantu Dana Pengolahan Darah

    0

    Bengkulu, jurnalsumatra.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu menyatakan siap membantu dana pengolahan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) sehingga biaya pengganti pengolahan darah yang dibebankan kepada masyarakat dapat ditekan.
    “Misalnya dianggarkan Rp1 miliar untuk dana pengganti biaya pengolahan darah, pasti  sangat membantu,” kata Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah di Bengkulu, Kamis.
    Saat halal bihalal sekaligus penyerahan hibah tanah dan kendaraan roda empat kepada pengurus PMI Provinsi Bengkulu, Gubernur mengatakan selama ini ada pemahaman yang keliru dari masyarakat tentang biaya pengganti darah.
    Selama ini kata dia masyarakat masih memiliki persepsi bahwa PMI menjual darah kepada warga yang membutuhkan.
    “Padahal yang dibayar itu adalah kantong darah yang disediakan PMI,” katanya.
    Sebelumnya Ketua PMI Provinsi Bengkulu Alwi Syukur mengatakan biaya pengolahan darah sudah dibebankan kepada PMI sehingga biaya pengganti pengolahan darah yang dibebankan kepada masyarakat Rp250 ribu per kantong.
    “Biaya paling besar sebenarnya untuk membeli regent yang berfungsi memeriksa apakah darah layak didonorkan atau tidak,” ucapnya.
    Alwi menyambut baik rencana pemerintah daerah yang akan mengalokasikan anggaran untuk membantu biaya pengolahan darah.
    Saat ini menurutnya biaya pengganti darah sebesar Rp250 ribu per kantong merupakan yang termurah dibanding dengan biaya yang diterapkan PMI di daerah lain.
    “Daerah lain menetapkan biaya pengganti pengolahan darah Rp350 ribu per kantong,” ucapnya.
    Ia juga mengharapkan kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah dapat meningkat sebab kebutuhan darah di daerah ini mencapai 1200 kantong per bulan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com