• Pemkot Surakarta Gencar Sosialisasikan E-Retribusi

    0

        Solo, jurnalsumatra.com – Pemintah Kota Surakarta terus berupaya menyosialisasikan program e-retribusi kepada pedagang di Pasar Gede dan Pasar Ngudi Rezeki Gilingan.
    Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Pemkot Surakarta Subagiyo di Solo, Jumat, mengatakan program e-retribusi di dua pasar tersebut akan diluncurkan pada 1 Oktober 2016 atau mundur dari target karena terganjal persoalan teknis.
    “Sebenarnya e-retribusi akan kita terapkan pertama di Pasar Gede dan Pasar Ngudi Rezeki Gilingan. Tapi justru yang siap lebih dulu Pasar Depok Singosaren, maka dikerjakan di sana,” katanya.
    Subagiyo menerangkan mekanisme e-retribusi, yaitu setiap pedagang harus membuka rekening tabungan di BTN selaku mitra kerja Pemkot. Selanjutnya pedagang akan menerima kartu e-money. Kartu tersebut digunakan untuk pembayaran retribusi secara elektronik.
    Ia mengatakan petugas pemungut retribusi datang dengan membawa alat mesin elektronic data capture (EDC) atau gesek debet. Dana itu nanti secara otomatis masuk ke rekening pemkot, selanjutnya semua data tersebut akan tercatat.

         Dikatakan ke depannya e-retribusi akan diterapkan di pasar lainnya secara bergiliran setiap bulan hingga ditargetkan seluruh pasar telah menerapkan e-retribusi 2017. Secara keseluruhan jumlah pasar tradisional di Kota Bengawan ada 44 pasar.
    Sementara Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Gede Solo Wiharto menyatakan sosialisasi kepada pedagang terkait rencana penerapan pemungutan retribusi secara elektronik (e-retribusi) di pasar itu masih minim.
    “Pedagang meminta Pemkot Surakarta bersama Bank Tabungan Negara (BTN) selaku mitra kerja agar lebih gencar menyosialisasikan program tersebut sebelum diterapkan,” katanya.
    Dia mengatakan sosialisasi kepada pedagang masih minim, akibatnya muncul  beragam kebingungan pedagang mengenai e-retribusi, seperti secara transaksi hingga batasan nominal yang wajib disetorkan pedagang kepada pihak bank bersangkutan.
    “Untuk masalah ini tidak semua pedagang memahami e-retribusi. Masih banyak pedagang yang bingung,” katanya.
    Menurut dia yang perlu dilakukan saat ini, pemkot dan pihak bank bersangkutan untuk gencar menyosialisasikan e-retribusi kepada seluruh pedagang, sehingga pedagang memahami betul bagaimana mekanisme hingga pelaksanaan e-retribusi. Meskipun secara umum, pihaknya menyambut baik rencana penerapan e-retribusi tersebut.
    “Sangat baik rencana pemkot mengubah mekanisme penarikan retribusi dari konvensional ke sistem elektronik,”  katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com