• PEMKOT Palembang Turunkan Angka Kematian Ibu Hamil

    0

    Palembang ,jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Palembang di Provinsi Sumatera Selatan terus berupaya menurunkan angka kematian ibu hamil dan anak yang berhasil dicapai jajaran Dinas Kesehatan kota ini dalam beberapa tahun terakhir.

    “Angka kematian ibu hamil dan bayi atau anak dalam beberapa tahun terakhir secara bertahap dapat diturunkan, berdasarkan data terakhir ditemukan 12 kasus ibu hamil dan lima kasus bayi meninggal dunia dalam proses dan pascapersalinan atau menurun dari sebelumnya yang mencapai di atas 30 kasus,” kata Sekretaris Daerah Kota Palembang Harobin Mustafa, di Palembang, Rabu.

    Dia menjelaskan, agar terus menurunkan angka kematian ibu hamil dan anak di kota ini, masalah tersebut menjadi perhatian pihaknya dengan meningkatkan fasilitas kesehatan terutama di tingkat pertama atau puskesmas yang tersebar di sekitar kawasan permukiman warga.

    “Wali Kota Palembang Harnojoyo yang kini didampingi Wakil Wali Kota Fitrianti Agustinda menaruh perhatian besar terhadap berbagai permasalahan kesehatan yang dapat mengakibatkan tinggi angka kematian ibu dan anak di Bumi Sriwijaya ini,” ujarnya lagi.

    Masalah kesehatan ibu dan anak (KIA) merupakan masalah nasional yang perlu mendapatkan perhatian utama, karena sangat menentukan sumber daya manusia diharapkan menjadi generasi penerus bangsa.

    Untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan ibu dan anak di ibu kota Provinsi Sumsel ini, diharapkan dukungan dari semua pihak, sehingga program peningkatan pemahaman tentang penanganan kasus kematian ibu dan bayi/anak bagi tenaga kesehatan akan dilanjutkan.

    Program peningkatan pemahaman tentang penanganan kasus kematian ibu dan bayi bagi bidan dan tenaga kesehatan, seperti kegiatan Audit Maternal Perinatal yang telah berjalan dengan baik selama ini, akan terus didukung sehingga kualitasnya lebih baik, katanya pula.

    Dia mengingatkan bahwa penanganan masalah kesehatan ibu dan anak tidak hanya dibebankan kepada jajaran Dinas Kesehatan saja, tetapi harus dilakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan.

    “Penanganan masalah kesehatan ibu dan anak perlu kerja sama yang baik dari semua pihak agar angka kematian ibu dan angka kematian bayi dapat diturunkan seminimal mungkin, sehingga SDM menjadi lebih berkualitas serta memiliki daya saing tinggi,” ujar Harobin.

    Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Anton Suwindro menjelaskan bahwa keberhasilan menurunkan AKI dan AKB akibat kegagalan persalinan di kota ini dalam beberapa tahun terakhir akan terus dicapai dan ditingkatkan kualitasnya.

    Berdasarkan data tahun lalu, ditemukan 17 kasus dengan perincian 12 ibu hamil dan lima bayi meninggal dunia dalam proses persalinan.

    Kebijakan untuk melanjutkan program yang telah berjalan dengan baik selama ini, dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil dan bayi, diharapkan AKI dan AKB dapat terus menurun, kata dia pula.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com