• Pemkot Padang Jajaki Pembangunan Kota Tepi Air      

    0

    Padang,  jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Padang,  Sumatera Barat, mulai melakukan penjajakan  pembangunan kota tepi air atau dikenal dengan “water front city” di salah satu kawasan.
    “Sebagai langkah awal akan menjadikan kawasan di Delta Malvinas di Kecamatan Nanggalo sebagai kota tepi air,” kata Wakil Wali Kota Padang Emzalmi, di Padang,  Sabtu.
    Dia menyebutkan kawasan yang berada tepat di aliran Sungai Batang Kuranji itu merupakan daerah taman hutan kota dan habitatnya banyak jenis burung.
    Rencana menjadikan kota tepi air di sekitar kawasan tersebut akan dibangun sejumlah pertokoan dan tempat rekreasi wisata bagi pengunjung.
    “Secara konsep kota tepi air ini akan menggabungkan penghijauan dan konservasi dengan pariwisata,” tambahnya.
    Untuk mendukung hal tersebut, kata dia,  pemkot telah mengundang penanam modal untul menginvestasikan pada kawasan tersebut.
    Selain tempat rekreasi pada kota tepi air itu juga nantinya akan dibangun taman burung dengan sistem pembibitan yang berkelanjutan
    “Banyak burung endemik yang ada di lokasi tersebut perlu dijaga kelestariannya,” ujarnya.
    Maksud dan tujuan membangun kota tepi air tersebut juga sebagai mitigasi pencegahan banjir, tambahnya.
    Sama seperti konsep di beberapa kota besar seperti Makassar,  Balikpapan  atau Palembang tujuan kota tepi air untuk mengantisipasi banjir.
    Menurutnya pembangunan di lokasi Delta Malvinas yang berada di jalur rawan banjir diharapkan menjadi penahan meluapnya Sungai Batang Kuranji.
    “Ini baru proyek percontohan ke depan di beberapa lokasi juga akan dibangun kota tepi air,” ujarnya.
    Terkait besaran biaya pihaknya belum memperkirakan sebab masih memastikan investor dan rencana infrastruktur tersebut.
    Sementara itu salah satu warga yang tinggal di dekat Sungai Batang Kuranji Nanggalo Fakhrul (31) berharap rencana kota tepi air itu segera terealisasi.
    Menurutnya selama ini akibat banjir terus menerus daerah Nanggalo dan sekitarnya memiliki stigma negatif sebagai rawan banjir.
    “Dengan adanya kota tepi air diharapkan stigma tersebut berubah jadi positif,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com