• Pemkot Kupang Naikkan Insentif Ketua Rukun Tetangga

    0

        Kupang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Kupang menaikkan insentif bagi para ketua rukun tetangga (RT) di Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu menjadi Rp4,5 juta per tahun agar bisa melaksanakan tugas dan fungsi lebih baik.
    “Tugasnya itu terutama terkait dengan keamanan dan deteksi dini kemungkinan terjadinya aksi radikalisme yang mengusik kebinekaan dan keberagaman di daerah ini,” kata Wali Kota Kupang Jonas Salean saat membuka bimbingan teknis penguatan fungsi dan peran para ketua RT dan RW tingkat Kota Kupang, Senin.
    Menurut Jonas tugas dan fungsi para ketua RT dan RW di daerah ini sangatlah penting karena langsung berhadapan dengan masyarakat di wilayah kerja masing-masing.
    Hal itu artinya setiap ketua RT dan RW-lah  yang akan lebih dahulu mengetahui setiap perkembangan dan gejolak yang terjadi di  tengah masyarakat wilayah kerjanya.
    “Setiap ada wajah baru pasti RT yang lebih dahulu tahu sehingga bisa bisa melakukan sejumlah hal berkaitan dengan deteksi dan antisipasi dini,” katanya.
    Jonas menegaskan bahwa tugas dan fungsi serta peran para ketua RT dan RW sangatlah penting dan strategis dalam mengendalikan situasi dan kondisi di lapisan masyarakat yang paling bawah itu. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah kerja yang lebih giat dan bertanggung jawab agar tugas dan fungsinya yang berat itu bisa lebih baik diimplementasikan.
    Melihat kondisi tugas dan fungsinya itulah Pemerintah Kota Kupang memandang penting untuk menambah anggaran sebagai insentif para pelayanan masyarakat di tingkat bawah itu.
    Saat ini, kata dia, insentif yang dibayarkan kepada 1.316 lurah sebesar Rp3,5 juta per tahun. Pada tahun 2017, dinaikkan menjadi Rp4,5 juta. Hal sama juga nanti berlaku untuk semua aparatur di tingkat RT dan RW seperti peranan para petugas dasawisma, posyandu, dan lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) di kelurahan.

         Mantan Sekretaris Daerah Kota Kupang itu mengaku akan terus menambah insentif para ketua RT secara bertahap hingga akhirnya akan tiba pada titik angka Rp10 juta per tahun.
    “Kami sudah menghitungnya dan akan sampai kepada nilai insentif para ketua RT di Kota Kupang hingga Rp10 juta per tahun. Hal ini tentu akan sesuai dengan tugas dan fungsinya yang kian berat dan menantang,” katanya.
    Jonas mengatakan bahwa fungsi deteksi dini untuk sebuah antisipasi keamanan di wilayah kerja masing-masing RT menjadi hal penting karena sistem keamanan di lingkungan masing-masing menjadi tugas dan tanggung jawab seluruh warga.
    “Kita tidak bisa hanya berharap dan melimpahkan semua hal berkaitan dengan keamanan kepada pihak kepolisian, tetapi menjadi tugas dan tanggung jawab kita semua. Peran RT ada di bagian ini,” katanya.
    Pemberlakuan wajib lapor bagi muka baru 2 x 24 sudah harus dilakukan di setiap wilayah kerja kelurahan masing-masing. Hal itu menjadi tugas para ketua RT.
    “Hal ini sebagi bagian dari deteksi dini setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan kedamaian warga di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” ujarnya.
    Kota Kupang, kata Jonas, sebagai Ibu Kota Provinsi NTT menjadi salah satu daerah terbuka yang tentu akan didatangi oleh semua orang dari berbagai daerah, bahkan negara, karena berbatasan dengan Timor Leste dan Australia.
    Kedatangan para tamu atau warga baru itulah yang patut menjadi perhatian setiap ketua RT di lingkungan masing-masing.
    “Apalagi, Kota Kupang yang bineka ini adalah kota pusat jasa dan perdagangan sehingga dibutuhkan sebuah pengamanan dan suasana damai untuk bisa terus berkembang,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com