• Pemkot Akan Promosikan TTG Karya Masyarakat Mataram        

    0

    Mataram, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Mataram akan mempromosikan sejumlah hasil teknologi tepat guna karya masyarakatnya dalam kegiatan Gelar TTG tingkat nasional yang akan berlangsung pada 22 November 2016.
    “Gelar TTG tingkat nasional 2016 akan dilaksanakan di bekas Bandara Selaparang, Kota Mataram,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Alam dan TTG Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Mataram H Fauzi Makmun di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis.
    Fauzi mengatakan, beberapa hasil TTG karya masyarakat Kota Mataram yang akan dipromosikan antara lain penggoreng biji kopi listrik, pemecah atau pelebur beling dan kubah masjid yang bisa berputar dan menjadi TTG unggulan Nasional.
    Dikatakan, promosi hasil TTG warga kota itu merupakan dukungan pemerintah kota dalam upaya sosialisasi, pengembangan, sekaligus pemasaran hasil TTG tersebut.
    “Sejumlah hasil TTG karya warga kota memang sudah kita pasarkan dan dimanfaatkan masyarakat secara luas,” katanya.
    Alat pelebur beling, misalnya, kata Fauzi, TTG yang ditemukan seorang guru di SMPN 1 Mataram atas nama Raudah merupakan satu kebutuhan masyarakat dalam menangani limbah berbagai jenis beling, seperti kaca, botol, piring, gelas dan lainnya.
    Dengan alat pelebur beling itu, beling-beling yang selama ini dianggap berbahaya bisa dilebur dan bahkan dapat diolah kembali menjadi berbagai kerajinan yang memiliki nilai ekonomis, seperti serbuk kaca, cermin dan keramik.
    “Hasil temuan warga kita ini diharapkan mampu mendukung pengurangan volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, selain itu juga dapat membuka peluang usaha baru sekaligus menyerap tenaga kerja,” katanya.
    Begitu juga dengan alat penggoreng biji kopi listrik, bisa memudahkan masyarakat menggoreng kopi, dimana selama ini menggunakan bahan bakar minyak tanah, gas, bahkan ada juga yang menggoreng biji kopi dengan kayu bakar.
    “Temuan alat penggoreng kopi menggunakan listrik lebih praktis dan mudah,” katanya.
    Selain promosi dan pemasaran, lanjut Fauzi, pemerintah kota juga memberikan dukungan kepada penemu TTG untuk pendaftaran sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
    “Tujuannya, agar hasil kreativitas masyarakat kota tidak diakui oleh pihak lain,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com