• Pemkab Tangerang Beri Tanda Hewan Kurban Sehat      

    0

    Tangerang, jurnalsumatra.com- Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, melalui petugas instansi terkait memberikan tanda khusus terhadap hewan kurban yang sehat terutama dari daerah lain, supaya terhindar dari penyakit antraks.
    “Kesehatan hewan kurban sangat penting apalagi berasal dari Kabupaten Bogor dan Purwakarta, Jawa Barat yang berpotensi terkena penyakit antraks,” kata Sekretaris Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Pemkab Tangerang Mawardi Nasution, di Tangerang, Sabtu.
    Mawardi mengatakan kepada warga supaya membeli kambing, domba atau sapi untuk kurban yang tidak mengandung penyakit.
    Menurut dia, kedua daerah itu termasuk endemis penyakit antraks di Jawa Barat.
    Dia mengatakan ternak yang tidak diberikan tanda khusus yang dikalungkan pada leher tersebut, dianggap tidak memenuhi persyaratan sebagai hewan untuk korban.
    “Karena dapat membahayakan kesehatan warga bila mengkonsumsi daging yang belum diberikan tanda khusus tersebut,” kata Mawardi yang juga dokter hewan itu.
    Menurut dia, sebelum diberikan tanda khusus, pihaknya telah menerjunkan sebanyak 83 petugas sejak pekan lalu terdiri dari 13 dokter hewan, tiga paramedik veteriner, dan selebihnya petugas lapangan.
    Petugas tersebut juga dibantu oleh instansi terkait tingkat kecamatan yang tersebar pada 29 kecamatan.
    Upaya menerjunkan petugas tersebut untuk melindungi warga dari bahaya zoonosis, yakni penyakit dari hewan yang dapat menular ke manusia.
    Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga melakukan pengecekan terhadap fisik ternak seperti tidak boleh kurus, dan untuk kambing atau domba dengan usia lebih dari satu tahun.
    Namun untuk sapi atau kerbau dengan usia lebih dari dua tahun, bila kurang dari itu tidak diperkenankan.
    Pihaknya juga memeriksa kelengkapan administrasi hewan yang datang dari daerah lain, dan mendapatkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari daerah asal.
    Sebelumnya, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPPKP Pemkab Tangerang Febya Satyaningsih mengatakan, pihaknya menggandeng para ulama setempat untuk memberikan pemahaman mengenai penyembelihan hewan kurban.
    Febya mengatakan pihaknya bersama anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang memberikan pelatihan kepada anggota Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) dengan materi memotong hewan kurban secara benar berdasarkan Islam.
    Memotong hewan kurban tidak boleh sembarangan, harus ada aturan dan yang lebih utama adalah ternak itu tidak mengandung penyakit, demikian Febya Satyaningsih.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com