• Pemkab Flores Timur Temui Keluarga Korban Sandera

    0

         Kupang, jurnalsumatra.com – Penjabat Bupati Flores Timur Emanuel Kara mengatakan, pemerintah segera menemui keluarga korban sandera, untuk menyampaikan kabar tentang pembebasan tiga WNI yang disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf beberapa waktu.
    “Kami baru saja menerima pemberitahuan resmi dari Kementerian Luar Negeri, dan segera kami temui keluarga korban untuk menyampaikan berita gembira ini,” kata Emanuel Kara kepada Antara, Selasa, terkait pembebasan tiga WNI asal Flores Timur.
    Menurut dia, pemerintah harus mengirim utusan langsung ke desa mereka tinggal karena tidak ada akses komunikasi.
    Pemerintah Kabupaten Flores Timur kata dia, menyampaikan terimakasih kepada pemerintah pusat yang telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan tiga WNI asal Floers Timur.
    Dia juga berharap, tiga WNI itu segera dipulangkan ke Flores Timur untuk bergabung kembali bersama keluarga.
    “Kita harap mereka segera dipulangkan. Keluarga mereka tentu sangat berharap, bisa bergabung kembali bersama,” kata Emanuel Kara.

         Ketiga WNI yang sudah dibebaskan itu adalah Lorens Lagadoni Koten selaku juragan kapal serta Emanuel Arakian dan Teodorus Kopong masing-masing sebagai anak buah kapal.
    Mereka diculik di perairan Felda Sahabat, Tungku, Lahad Datu, Negara Bagian Sabah, Malaysia.
    Tiga WNI ini adalah berasal dari Desa Latonliwo, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
    Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu di Jakarta pada Minggu (18/9) malam mengatakan, tiga dari sembilan WNI yang disandera kelompok separatis Filipina, Abu Sayyaf, telah dibebaskan di Pulau Jolo, perairan Sulu, pada sekitar pukul 01.00 dini hari waktu setempat.
    Pembebasan ketiga WNI  merupakan hasil koordinasi pemerintah Filipina dan Moro National Liberation Front pimpinan Nur Misuari yang membantu proses negosiasi pemerintah dengan Abu Sayyaf. MNLF bukan sekali ini “bersentuhan” dengan unsur Indonesia.
    “Tentara Filipina itu banyak koordinasi dengan MNLF,” tutur Ryacudu. Saat ini, ketiga WNI itu berada di Zamboanga, Mindanao, untuk pemeriksaan kesehatan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com