• Pemkab Batang Minta PNS Jaga Netralitas Pilkada

    0

         Batang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, meminta pegawai negeri sipil menjaga netralitas dalam pemilihan kepala daerah setempat, 15 Februari mendatang.
    Pegawai negeri sipil (PNS) tidak sekadar menjaga netralitas, tetapi juga harus mampu memerankan diri sebagai sebagai penyejuk atas kemungkinan terjadinya ketegangan politik pada pesta demokrasi lima tahunan itu, kata Wakil Bupati Batang Soetadi di Batang, Selasa.
    Sosok dan kekuatan politik yang akan berkontestasi pada pilkada serentak pada tahun 2017, kata Soetadi, kini sudah jelas dan diketahui publik.
    “Selanjutnya, eskalasi politik juga akan meningkat sehingga PNS harus bisa menjaga netralitas dan memerankan sebagai penyejuk,” katanya.
    Menurut dia, menjelang pelaksanaan pilkada, situasi politik yang meningkat adalah hal yang wajar agar demokrasi berlangsung dinamis dan sehat.
    “Akan tetapi, yang lebih terpenting lagi adalah bagaimana mengawal demokrasi itu agar damai terkendali, tidak liar,” katanya.

         Dengan perkembangan politik seperti itu, kata dia, PNS perlu lebih berhati-hati dalam bersikap, terutama terkait langsung dengan politik.
    Meski hak politik mereka sebagai warga negara tetap diakui, lanjut dia, status dan kedudukan sebagai aparatur negara memaksa mereka agar bersikap netral.
    “Hak PNS memilih tentu saja dilindungi dan pada saatnya akan digunakan di tempat pemungutan suara (TPS). Akan tetapi, secara institusi mereka harus netral dan memiliki keberpihakan yang adil terhadap semua pasangan calon bupati,” katanya.
    Dinamika Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Batang yang sebelumnya sempat dianggap sepi, kata dia, kini sudah mulai ramai seiring dengan empat pasangan calon bupati yang sudah mendaftarkan ke KPU.
    “Meski demikian, perkembangan politik yang demikin juga layak disyukuri semua pihak karena ada hikmah positifnya, yaitu situasi menjadi kondusif, tidak ada yang curi start. Hal yang perlu dibanggakan lagi adalah Kabupaten Batang sebagai daerah dengan indeks kerawanan Pilkada Serentak 2017 terendah se-Indonesia,” katanya.
    Menurut dia, dalam setiap pesta demokrasi, kondusivitas bernilai sangat mahal karena indeks kerawanan pilkada akan muncul.
    Oleh karena itu, pihaknyha berharap pada PNS harus berfungsi sebagai “pemadam kebakaran”, menjadi peredam saat terjadi konflik.
    “Jangan malah ikut-ikutan atau menunjukkan keberpihakan pada salah satu kelompok pasangan calon,” katanya.
    Kepada masyarakat, dia berpesan agar ikut mengawal pesta demokrasi lima tahunan itu supaya berlangsung aman, lancar, dan berkualitas.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com